SATELTNEWS.COM, LEBAK–Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya akhirnya angkat bicara terkait polemik rapat paripurna DPRD Kabupaten Lebak yang sempat memanaskan hubungan antara eksekutif dan legislatif. Hasbi memilih meredam persoalan tersebut dan meminta tidak ada pihak yang sibuk mencari siapa yang salah.
Sikap itu disampaikan Hasbi saat menghadiri rapat paripurna DPRD Lebak dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Rancangan APBD Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2027, di DPRD Lebak, Kamis (1/10/2026). Di hadapan jajaran DPRD, Hasbi bahkan menyatakan siap mengambil tanggung jawab sebagai pimpinan daerah atas persoalan yang sebelumnya terjadi.
“Tidak perlu ada seseorang yang disalahkan, tidak perlu mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Saya sebagai pimpinan mau mengambil tanggung jawab,” kata Hasbi.
Polemik tersebut bermula dari ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Lebak dalam rapat paripurna pada Senin (28/9/2026). Situasi itu kemudian berkembang menjadi ketegangan di ruang sidang hingga sejumlah anggota DPRD memilih meninggalkan rapat.
Hasbi menjelaskan, dirinya ketika itu tidak dapat menghadiri agenda paripurna lantaran memiliki kegiatan lain yang berkaitan dengan urusan pemerintahan. Namun, ia menilai persoalan tersebut tidak perlu diperpanjang menjadi perdebatan antara pihak eksekutif dan legislatif.
Menurutnya, kejadian tersebut lebih menunjukkan adanya persoalan dalam komunikasi dan koordinasi yang harus diperbaiki bersama. “Saya tidak menyalahkan. Tapi adanya kurang komunikasi. Insyaallah ke depan, hal-hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Belanja Daerah Naik Rp 217 Miliar, PAD Turun Rp 32,706 Miliar
Hasbi juga menyampaikan permintaan maaf kepada pimpinan dan anggota DPRD Lebak apabila ketidakhadiran dalam agenda sebelumnya menimbulkan ketidaknyamanan. Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi evaluasi sehingga komunikasi antara Pemkab Lebak dan DPRD semakin baik.
Bagi Hasbi, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD sangat diperlukan, terlebih pembahasan APBD 2027 tengah berjalan. Ia tidak ingin persoalan yang bersifat komunikasi justru mengganggu pembahasan program pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Hasbi pun mengapresiasi pimpinan DPRD serta anggota dewan yang telah menyikapi persoalan tersebut dengan melihat ketentuan dan aturan yang berlaku. “Yang penting ke depan komunikasi dan koordinasi kita perbaiki. Jangan sampai persoalan seperti ini kembali terjadi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Hasbi turut menyampaikan arah pembangunan Lebak yang akan menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027. Ia menegaskan anggaran daerah harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu sektor yang menurutnya masih membutuhkan perhatian adalah infrastruktur. Pembangunan jalan, jembatan maupun sarana pendidikan tidak boleh hanya dilihat sebagai pembangunan fisik, tetapi harus mampu membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar.
“Jangan membangun jalan sebatas for the sake of membangun jalan. Kita harus melihat aspek-aspek lainnya, misalnya akses ke pendidikan, akses ke layanan kesehatan, akses juga untuk perekonomian,” tutur Hasbi.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Tetapkan Saiful Milah sebagai Calon Ketua Pengganti Alm Rusdi
Ia menilai pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak berantai. Infrastruktur yang dibangun pemerintah, kata dia, harus mampu mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong kegiatan ekonomi.
Atas dasar itu, Hasbi mengapresiasi pokok-pokok pikiran DPRD Lebak yang turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. “Untuk tahun 2027, infrastruktur kita harus perbaiki,” tegasnya.
Namun, Hasbi mengingatkan pembangunan Lebak tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas manusia juga harus menjadi bagian penting dalam kebijakan anggaran daerah.
Pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial hingga kehidupan keagamaan dinilai perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. “Pembangunan manusia tidak hanya infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan spiritual,” ujarnya.
Hasbi berharap pembahasan RAPBD 2027 dapat kembali berjalan dalam suasana yang kondusif. Ia meminta persoalan yang terjadi pada rapat sebelumnya tidak menjadi penghalang bagi eksekutif dan legislatif dalam membahas kebutuhan pembangunan Kabupaten Lebak. “Tidak perlu mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Saya sebagai pimpinan mengambil tanggung jawab,” tandasnya.(mulyana)



















