SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kondisi aliran Sungai Cisadane di wilayah Kota Tangerang yang berubah warna menjadi hitam dan mengeluarkan bau mendapat perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. BPBD meminta warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar sungai meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu hasil pemeriksaan terkait penyebab perubahan kondisi air tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang untuk menindaklanjuti keluhan warga.
“Kami di BPBD sudah melakukan koordinasi dengan teman-teman DLH. Mengenai penyebab perubahan warna dan bau Sungai Cisadane, infonya sedang dalam penelitian,” kata Mahdiar.
Mahdiar mengatakan BPBD belum dapat memastikan penyebab perubahan warna dan bau air Cisadane sebelum hasil pemeriksaan dari pihak berwenang keluar. Karena itu, masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai diminta tidak mengabaikan kondisi tersebut.
“Kami berharap masyarakat sekitar tetap waspada, sambil menunggu hasil pengecekan pihak-pihak yang berwenang,” ujarnya.
Menurut Mahdiar, BPBD juga akan memantau kondisi di sekitar aliran sungai. Koordinasi dengan DLH dan instansi terkait akan diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya dampak yang membahayakan masyarakat.
Baca Juga: Distribusi Air Bersih ke Warga Keranggan Terkendala Armada
“Ke depan kami fokus memastikan keselamatan masyarakat, melakukan pemantauan, dan memperkuat koordinasi dengan DLH serta instansi terkait,” katanya.
Ia menegaskan BPBD siap mengambil langkah lanjutan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko terhadap masyarakat.
“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko terhadap masyarakat, BPBD siap melakukan langkah-langkah lanjutan,” tegas Mahdiar.
Sebelumnya, warga Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, mengeluhkan kondisi Sungai Cisadane yang berubah menjadi hitam dan mengeluarkan bau. Feri, warga Selapajang yang sehari-hari beraktivitas di sekitar sungai, mengatakan perubahan kondisi air tersebut sudah berlangsung cukup lama.
“Sudah kurang lebih, tiga bulanan,” kata Feri saat ditemui di tepian Sungai Cisadane, Senin (17/8/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Tangerang Dheny Kuntjoro mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kecamatan Neglasari, kelurahan hingga RT/RW sebelum turun melakukan verifikasi lapangan.
Baca Juga: Menjaga Cisadane Saat Indonesia Berpesta
“Ya kami akan komunikasi dengan Pak Sekcam. Ini Kecamatan Neglasari kan? Kan di wilayah Neglasari. Nanti Pak Sekcam akan mengomunikasikan ke Pak Lurah, Pak Lurah ke RT/RW. Kalau misalkan tempatnya ada di situ, kita verlap (verifikasi lapangan),” kata Dheny.
Dheny mengatakan pemetaan terlebih dahulu diperlukan untuk mengetahui sejauh mana perubahan kondisi air terjadi serta mencari sumber pencemar.
“Mapping dulu, sampai mana pencemarannya. Apakah disebabkan oleh sampah domestik atau yang lain-lain. Biar dipetakan dulu,” ujarnya.
Jika nantinya ditemukan dugaan pencemaran yang berasal dari aktivitas perusahaan, DLH akan menelusuri sumbernya untuk menentukan langkah penanganan.
“Kalau misalkan dari perusahaan, perusahaan mana, biar kami gampang masuknya,” kata Dheny. (ari)






















