SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pengurus Cabang Olahraga (Pengcab) Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah agenda silaturahmi dan konsolidasi seluruh insan pegiat Wushu Taolu se-Provinsi Banten. Pertemuan ini menjadi fondasi awal untuk menyamakan visi serta memperkuat pembinaan atlet demi mencetak prestasi hingga kancah internasional.
Acara yang diselenggarakan di Citra Rata pada Selasa (25/8) lalu ini dihadiri langsung oleh Pembina Wushu Banten Roni Alfanto, jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Banten, Ketua Pengcab Wushu Kabupaten Tangerang Iyon Aritonang, Ketua Pengcab Wushu Kota Tangerang, serta para praktisi dan pelatih taolu.
Pembina Wushu Banten, Roni Alfanto memberikan apresiasi tinggi kepada Pengcab Wushu Kabupaten Tangerang. Menurutnya, Kabupaten Tangerang saat ini menjadi satu-satunya pengcab yang secara terbuka merangkul seluruh perguruan wushu di wilayahnya, yang kini tercatat ada sembilan perguruan bergabung.
“Sudah saatnya taolu berkembang di Banten. Pengcab wajib mendata dan merangkul semua sasana sesuai aturan. Kita siapkan dari sekarang untuk PON 2032 di mana Banten menjadi tuan rumah, dan kita targetkan taolu membawa kemenangan,” tegas Roni.
Roni menambahkan Pengprov tetap berkomitmen mengirimkan atlet taolu untuk ajang Babak Kualifikasi (BK) PON meskipun nomor tersebut belum dipertandingkan di Porprov. Selain itu, gelaran Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) pada 14–17 Oktober 2026 mendatang bakal difungsikan sebagai ajang seleksi atlet taolu senior Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Pengprov memetakan empat pilar strategi utama untuk memajukan nomor taolu. Yakni Penyusunan kurikulum latihan bersama, pelatihan pelatih bersertifikat, dan program scouting ke sekolah-sekolah. Kemudian penguatan kompetisi dengan menggelar agenda kejurda rutin, pembentukan Pelatda, erta menjadikan TWOC 14–17 Oktober 2026 sebagai wadah try out.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Tambah 147 Ruang Kelas dan Rehab 205 Kelas pada 2026
Strategi ketiga adalah pembentukan satu grup komunikasi se-Banten, regenerasi wasit/juri ke PBWI, serta sinergi erat dengan Dispora dan KONI. Selanjutnya optimalisasi media sosial @wushubanten dan akun Pengcab guna menarik minat masyarakat serta sponsor.
Langkah ini diperkuat dengan kepastian penunjukan Kabupaten Tangerang sebagai penyelenggara Popda Banten 2028 yang berkomitmen menyajikan nomor tanding sanda dan taolu secara lengkap. Persiapan jangka panjang untuk Popda 2028 kini telah dimulai dengan menjaring bibit atlet tingkat SMP dan SMA.
Ketua Pengcab Wushu Kabupaten Tangerang, Iyon Aritonang, menegaskan komitmennya untuk memfungsikan pengcab sebagai wadah inklusif bagi seluruh sasana.
“Kami di Pengcab Kabupaten Tangerang memfungsikan organisasi ini sebagai wadah untuk seluruh sasana atau perguruan Wushu yang ada. Saya mendorong Pengcab di seluruh kota dan kabupaten se-Banten menerapkan hal serupa agar tercipta persaingan yang sportif dan mencetak generasi atlet yang kompeten,” ujar Iyon.
Senada dengan Iyon, Ketua Pelaksana Acara, Darmansyah, menyebut kegiatan ini sebagai momentum menyelaraskan langkah antara pengurus dan penggiat lapangan.
“Ini langkah awal yang sangat bagus karena kita menyelaraskan visi. Wushu Taolu didominasi anak-anak muda, mari kita jalankan program ini sesuai fungsi dan tugas masing-masing,” pungkasnya.
Baca Juga: Andi Achmad Dara Serap Aspirasi Warga Tigaraksa, Bahas Subsidi Energi dan Bantuan Sosial
Pertemuan ditutup dengan menyepakati empat rencana aksi cepat yang akan dieksekusi sepanjang September hingga November 2026, termasuk persiapan program Popda 2028 serta dukungan untuk suksesnya Porprov VII di Kota Tangerang Selatan. (gatot)

















