SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Gagasan dan inovasi masyarakat didorong tidak berhenti sebagai ide, tetapi mampu diwujudkan menjadi solusi nyata yang memberi manfaat bagi pembangunan. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat membuka tahapan seleksi wawancara Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 di Ruang Rapat Sinergi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (21/9/2026).
Lomba Kanvas Gemilang 2026 mengangkat tema “Transformasi Inovasi untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing.”
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan lomba Kanvas Gemilang tidak boleh hanya menjadi ajang mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, untuk menumbuhkan budaya inovasi dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan secara nyata, serta mampu mempercepat pembangunan berkualitas di Kabupaten Tangerang.
“Jangan cuma seremonial, jangan cuma mencari produk inovasi yang tidak mungkin diimplementasikan di Kabupaten Tangerang. Lomba ini harus bisa menghasilkan inovasi nyata yang mudah diterapkan, dan mampu mempercepat pembangunan yang berkualitas,” tegas Wabup Intan.
Dia mengatakan, Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang harus menjadi ruang bagi pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah untuk menyampaikan berbagai ide, gagasan, kreativitas, serta inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang.
Dukungan aktif dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak luas.
Baca Juga: Harhubnas ke-55, Bupati Tangerang Tekankan Keselamatan Transportasi Jadi Budaya
“Kabupaten Tangerang ini dalam membangun tidak mungkin bisa sendirian pemerintah. Pasti harus bersama-sama dengan masyarakat. Keterlibatan dan kolaborasi langsung dari seluruh elemen masyarakat sangat menentukan jalannya pembangunan,” ujarnya.
Menurut dia, Kabupaten Tangerang membutuhkan inovasi di berbagai bidang untuk menghadapi tantangan perubahan global, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat agar semakin sejahtera dan berdaya saing.
Ia berharap seluruh gagasan yang masuk dapat dikembangkan menjadi solusi sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung visi dan misi pembangunan daerah.
“Saya harap inovasi yang masuk tidak hanya berhenti sebagai gagasan dan ide, tapi bisa menjadi sebuah solusi yang mudah diterapkan, efektif dan efisien. Harus memiliki dampak dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” harapnya.
Wabup Intan juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah berani menuangkan ide dan gagasan melalui Kanvas Gemilang 2026. Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar berani dan percaya diri memaparkan inovasi yang dibuat.
“Jangan takut mencoba dan jangan takut berbeda. Tunjukkan bahwa inovasi yang saudara-saudari hadirkan bukan hanya mampu menjawab persoalan hari ini, tetapi juga memiliki manfaat untuk masa yang akan datang,” pesannya.
Baca Juga: Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang Diluncurkan, Ilham Azi Fadilah Raih Hadiah Sayembara
Wakil Bupati berharap seluruh proses seleksi wawancara dapat menghasilkan inovator yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tangerang. Para dewan juri dan tim penilai diharapkan tidak hanya melihat kreativitas dari setiap gagasan, tetapi juga kemungkinan implementasi serta dampaknya bagi masyarakat.
“Momen wawancara ini bukan akhir perjalanan inovasi. Justru ini harus menjadi alat untuk mengembangkan gagasan menjadi sesuatu yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-394 Kabupaten Tangerang.
Tercatat ada sekitar 119 peserta yang lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 40 peserta lolos seleksi substansi untuk mengikuti tahapan wawancara. Para peserta terbagi dalam lima kategori, yakni pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah. (aditya)
















