SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kekhawatiran terhadap penyakit influenza pada anak menjadi perhatian RSUD Tigaraksa. Untuk mencegah virus influenza menyerang anak-anak di tengah musim kemarau ekstrem, rumah sakit tersebut memberikan edukasi kepada para orang tua yang datang mengantar anak menjalani pengobatan, Kamis (24/9/2026). Edukasi tersebut diberikan agar para orang tua lebih memahami influenza, mulai dari gejala awal, penanganan hingga langkah-langkah pencegahannya.
Dokter Anak RSUD Tigaraksa, dr. Agaprita Eunike Sirait, mengatakan influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang mudah menular, terutama pada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh belum sekuat orang dewasa.
Karena itu, menurutnya, orang tua perlu memahami tanda-tanda awal penyakit agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Orang tua perlu mengenali gejala influenza sejak dini, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga anak tampak lemas. Penanganan yang cepat dapat membantu mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah risiko komplikasi,” kata dr. Agaprita dalam paparannya di hadapan puluhan orang tua yang berada di RSUD Tigaraksa, Kamis (24/9).
Selain membahas penanganan, peserta penyuluhan juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan. Di antaranya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, mencukupi asupan gizi, serta memastikan anak memperoleh waktu istirahat yang cukup.
“Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan penyakit dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika anak mengalami gejala influenza, sehingga kesehatan anak dapat terjaga secara optimal,” tukasnya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali
Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Influenza A
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menambahkan bahwa pihaknya masih memantau secara ketat potensi lonjakan musiman virus Influenza A yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah.
Meski virus tersebut dikenal memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, Hendra menegaskan situasi di wilayah Kabupaten Tangerang saat ini masih terbilang aman dengan status zero case atau nihil temuan.
“Sampai sekarang, kami di Dinas Kesehatan memastikan belum ada laporan kasus Influenza A, baik dari seluruh rumah sakit maupun puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang. Monitoring berkala terus kami jalankan,” tutur Hendra Tarmizi.
Hendra memaparkan, masyarakat harus tetap waspada karena gejala awal Influenza A sangat identik dengan flu biasa. Infeksi virus ini umumnya ditandai dengan demam tinggi atau panas, batuk, pilek, sakit kepala berat, serta nyeri di seluruh persendian tubuh atau badan terasa sakit.
Tingkat kewaspadaan juga perlu ditingkatkan mengingat mekanisme penularan Influenza A serupa dengan Covid-19, yakni menyebar secara cepat di udara (airborne) melalui percikan lendir atau ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin.
Baca Juga: PMI Kabupaten Tangerang Gelar Jumbara, Siapkan Kader Kemanusiaan
Masyarakat diimbau untuk konsisten menjaga imunitas tubuh dan menerapkan protokol kesehatan dasar guna membentengi diri dari risiko penularan infeksi pernapasan musiman tersebut. “Penularan seperti Covid, melalui udara dan droplet,” tandasnya. (alfian/aditya)

















