SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Sertifikat ISO 9001:2015 yang diraih Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang mendapat apresiasi dari Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Kementerian Agama Kabupaten Tangerang. Capaian itu dinilai bukan sekadar pengakuan terhadap tata kelola organisasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi MUI untuk meningkatkan pelayanan dan kontribusinya kepada masyarakat.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya mengapresiasi capaian tersebut. Apalagi kata dia, capaian ini tadi disampaikan Ketua MUI Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid, dengan proses persiapan yang dilakukan selama sekitar tiga bulan. Bahkan, tim persiapan yang dibentuk MUI dalam mengajukan permohonan pembinaan untuk memenuhi standar ISO 9001:2015, dilakukan secara transparan dan terbuka.
Ia menilai komposisi kepengurusan MUI Kabupaten Tangerang yang terdiri atas para kiai, dan tokoh agama yang berhubungan langsung dengan masyarakat, menjadi salah satu kekuatan organisasi tersebut.
Maesyal mengatakan, kolaborasi antara ulama dan umaro atau pemerintah harus berjalan lurus agar memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, pola tersebut telah dijalankan di Kabupaten Tangerang.
“Saya sedikit mau cerita tentang MUI, Pak, ini apa adanya saya jelaskan. Yang dirasakan oleh tadi, kolaborasi antara ulama dengan umaroh ini kan harus lempeng jalannya. Jadi jangan ada yang belok, baik pemerintah maupun para ulamanya, jadi harus lempeng. Dan ini sudah dijalankan oleh Kabupaten Tangerang,” katanya.
Ia juga menjelaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap MUI, termasuk pemberian hibah untuk mendukung operasional organisasi.
Baca Juga: MUI Kabupaten Tangerang Raih Sertifikat ISO 9001:2015
Menurut Maesyal, ISO 9001:2015 merupakan bentuk pengakuan formal terhadap sejauh mana sebuah organisasi mampu menjalankan tugas, fungsi, serta tujuan yang telah ditetapkan sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Jadi seberapa jauh organisasi ini bisa menjalankan tugasnya sehingga memberikan kontribusi terhadap produk, dalam hal ini adalah masyarakat merasa nyaman. Masyarakat merasa aman dan bermanfaat dengan keberadaan MUI,” ujarnya.
Maesyal mencontohkan peran MUI Kabupaten Tangerang yang telah membangun struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Selain memiliki kepengurusan di 29 kecamatan, MUI juga telah hadir hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, keberadaan struktur tersebut membuat MUI dapat hadir langsung dalam berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. “Memang betul-betul diterima dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat di bawah,” kata Maesyal.
Ia menegaskan, MUI Kabupaten Tangerang tidak hanya berperan dalam persoalan kemaslahatan umat Islam, tetapi juga terlibat dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial dan keagamaan di masyarakat.
Maesyal mencontohkan sejumlah persoalan yang terjadi di Teluknaga dan Rajeg. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui komunikasi antara pemerintah daerah, MUI, FKUB, serta jajaran MUI di tingkat kecamatan dan desa.
Baca Juga: Harga Cabai di Tigaraksa Melambung, Rawit Merah Capai Rp85 Ribu
“Dan ini saya selama setahun setengah tugas itu sudah ada tiga persoalan yang begitu, tapi selesai. Di Teluknaga dengan beliau komunikasi. Di lapangannya dengan MUI kecamatan, dengan desa, kita bicarakan dengan FKUB,” ujarnya.
Ia juga menceritakan penanganan persoalan di Rajeg yang menurutnya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi hingga dini hari. “Dan apa pun yang terjadi di wilayah, MUI selalu ada. Ini yang membanggakan kita,” lanjutnya.
Karena itu, Maesyal menilai sertifikasi ISO 9001:2015 tidak hanya menjadi pengakuan dari sisi administrasi dan organisasi, tetapi juga sejalan dengan peran MUI dalam menjalankan tugas kemaslahatan masyarakat.
“Kalau saya ikut merasakan, jadi wajar kalau Bapak telah memberikan predikat secara normatif, pengakuan resmi secara normatif tentang ISO 9001:2015 di Kabupaten Tangerang. Ini adalah bukti hasil buah daripada keikhlasan, ketulusan para kiai yang ada di Majelis Ulama Indonesia ini melaksanakan tugas kemaslahatan,” ujarnya.
Maesyal juga menilai MUI Kabupaten Tangerang senantiasa hadir dalam berbagai aktivitas pemerintahan. Menurutnya, program pemerintah daerah pada akhirnya bermuara kepada masyarakat sehingga kolaborasi dengan MUI diperlukan untuk memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Ini bukan riya saya, tapi ini fakta yang perlu saya sampaikan kepada Bapak di sini. Jadi, kalau tadi Bapak sudah memberikan predikat ISO ini, memang yang pertama saya bangganya luar biasa, yang kedua tadi di hati yang tulus, wajar menurut saya,” katanya.

Disebut Baru Satu di Tingkat Kabupaten/Kota
Maesyal juga menyebut predikat ISO 9001:2015 yang diraih MUI Kabupaten Tangerang merupakan capaian yang masih sangat terbatas di Indonesia.
Menurut informasi yang disampaikan tim auditor, terdapat empat MUI yang telah memperoleh predikat tersebut, yakni MUI Pusat, MUI Provinsi Banten, MUI Provinsi Riau, dan MUI Kabupaten Tangerang.
“Beliau tadi menyampaikan, di Indonesia ini baru empat. MUI Pusat yang dapat predikat ini, Provinsi Banten, Provinsi Riau, dan Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal.
Ia menambahkan, dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, berdasarkan informasi yang diterimanya, baru Kabupaten Tangerang yang meraih predikat tersebut.
“Jadi, kami sekali lagi bangga dan apresiasi dari pemerintah daerah kepada Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Jadi Kado HUT Kabupaten Tangerang
Maesyal kembali menyampaikan terima kasih kepada MUI Kabupaten Tangerang dan para ulama atas sertifikat ISO 9001:2015 yang disebutnya sebagai hadiah ulang tahun Kabupaten Tangerang.
“Jadi, sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan hadiah ulang tahun Kabupaten Tangerang ini diberikan oleh guru kami, diberikan oleh para kiai, para ulama. Mudah-mudahan HUT Kabupaten Tangerang 2026 ini sejalan dengan apa yang telah kita terima bersama yaitu ISO 9001:2015,” kata Maesyal.
Ia mengatakan capaian tersebut nantinya akan disampaikan dalam rapat paripurna HUT Kabupaten Tangerang. “Nanti akan kami bacakan di rapat paripurna HUT Kabupaten Tangerang. Karena ini, insyaallah se-Indonesia baru empat, kabupaten/kota hanya satu, Kabupaten Tangerang. Masyaallah tabarakallah, bangga sekali kami,” ujarnya.
Maesyal juga menyampaikan terima kasih kepada M. Indra Gunawan dan Anton Nurkholis yang telah melakukan kunjungan dan pemeriksaan dari sisi administrasi maupun operasional MUI Kabupaten Tangerang.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan MUI akan melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih menjadi catatan dalam proses evaluasi. Maesyal berharap pada evaluasi berikutnya pada 2027, berbagai catatan tersebut telah diperbaiki.
“Kalau masih ada yang perlu kami perbaiki, insyaallah kami perbaiki. Gambaran itu akan kita perbaiki supaya nanti Bapak evaluasi tahun 2027. Mudah-mudahan yang satu itu bisa naik ke atas lagi,” katanya.
Maesyal berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan MUI Kabupaten Tangerang terus berjalan dalam bingkai kerja sama antara umaro dan ulama.
“Mudah-mudahan kita sependapat Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tangerang, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang terus berkolaborasi dalam bingkai umaroh dan juga ulama,” ujarnya.
Senada, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang Akhmad Jubaedi turut memberikan apresiasi atas capaian MUI Kabupaten Tangerang. “Kami ucapkan selamat dan kami berikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Tangerang atas perolehan sertifikat ISO 9001:2015. Semoga memberikan kemaslahatan kepada umat dan keberkahan negeri, sebagaimana harapan yang disampaikan Ketua MUI Kabupaten Tangerang tadi,” pungkasnya. (aditya)



















