SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Assoc. Prof. Dr. Hamdani, SE., MM., M.Pd., M.Ak., resmi dipercaya memimpin Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang untuk masa bakti 2026–2031.
Di bawah kepemimpinannya, ICMI Kabupaten Tangerang diarahkan untuk semakin hadir di tengah kehidupan masyarakat. Hamdani membawa visi menjadikan ICMI sebagai rumah cendekiawan Muslim yang berintegritas, berjejaring, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Amanah ini akan saya jalankan bersama pengurus, Orsat, anggota, dan mitra,” kata Hamdani kepada Satelit News, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, perubahan yang ingin diwujudkan bukan sekadar penataan organisasi, melainkan menghadirkan ICMI agar semakin dekat dengan persoalan masyarakat. Keahlian para cendekiawan akan dipertemukan dengan berbagai persoalan yang dihadapi warga, kemudian diwujudkan dalam program yang hasil dan manfaatnya dapat dinilai.
“Untuk memperkuat kontribusi cendekiawan di tengah perubahan teknologi dan tantangan zaman, ICMI Kabupaten Tangerang akan memulai langkah dengan memperkuat Orsat, mengidentifikasi keahlian anggota, serta membangun ruang kerja bersama dengan sekolah, pesantren, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia usaha,” jelas Hamdani.
Salah satu wadah yang disiapkan adalah Cendikia Academy. Melalui program ini, para cendekiawan dapat terlibat dalam mentoring akademik dan karier, literasi digital, leadership, serta pendidikan integritas.
Baca Juga: Bupati dan Kemenag Apresiasi MUI Kabupaten Tangerang Raih Sertifikat ISO 9001:2015
“Cendekiawan muda juga akan diberi kesempatan untuk memimpin kegiatan dan mendampingi masyarakat. Dengan cara tersebut, ilmu dan teknologi diharapkan tidak hanya menjadi bekal warga dalam menghadapi perubahan, tetapi juga menjadi sarana untuk menyelesaikan berbagai persoalan di daerah,” ungkap Hamdani.
Langkah tersebut kemudian diterjemahkan dalam sejumlah program konkret untuk menjawab persoalan pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan di Kabupaten Tangerang.
Prioritas itu dirangkum dalam program unggulan Pancabakti ICMI Kabupaten Tangerang, yang mencakup lima bidang pengabdian.

Di bidang pendidikan, Cendikia Academy diarahkan untuk mendukung akses beasiswa pendidikan, mentoring, literasi digital, kepemimpinan, dan pendidikan integritas.
Sementara itu, program Keluarga Sehat berfokus pada edukasi gizi, pencegahan stunting, dan akses informasi layanan kesehatan bersama pihak yang berwenang.
Di bidang ekonomi, Wirausaha Muda Naik Kelas disiapkan untuk membantu pelajar dan mahasiswa merintis usaha melalui pelatihan yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, dukungan penyediaan alat, serta fasilitasi akses pembiayaan.
Baca Juga: MUI Kabupaten Tangerang Raih Sertifikat ISO 9001:2015
“Program tersebut juga akan mendampingi pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan, pengembangan produk, dan pemasaran agar usaha mereka dapat tumbuh dan naik kelas,” terangnya.
Adapun Kampung Tangguh diarahkan untuk memperkuat kepedulian terhadap keluarga rentan, kesiapsiagaan bencana, dan ketahanan pangan.
Sementara melalui ICMI Policy & Data Center, ICMI Kabupaten Tangerang akan membuka ruang aspirasi sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data.
“Agar gagasan para cendekiawan tidak berhenti pada tataran pemikiran, Hamdani menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, dan organisasi masyarakat,” tandasnya.
Kolaborasi itu akan dimulai dari kebutuhan masyarakat yang dihimpun bersama Orsat dan komunitas setempat. Setelah masalah dan sasaran jelas, setiap mitra akan diajak bekerja sesuai keahlian dan kewenangannya.
Kampus serta pesantren dapat mendukung pendidikan dan kajian. Dunia usaha dapat membantu pelatihan, mentoring, dan akses pasar. Sementara pemerintah daerah serta organisasi masyarakat dapat menjadi mitra dalam pelaksanaan program dan tindak lanjut rekomendasi.
“Setiap kerja sama akan diarahkan pada kegiatan yang jelas sasaran, penanggung jawab, jadwal, dan hasilnya,” ujar Hamdani.
Melalui ICMI Policy & Data Center, aspirasi warga juga akan dipertemukan dengan kajian dan data sehingga dapat menjadi masukan yang berguna bagi kebijakan publik.
Bagi Hamdani, keberhasilan kepemimpinannya selama masa bakti 2026–2031 pada akhirnya tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Ukuran utamanya adalah manfaat yang dapat dilihat dan dirasakan warga.
Pada tahap awal, ICMI menargetkan setiap bidang Pancabakti memiliki kegiatan percontohan sesuai kebutuhan wilayah dan kapasitas organisasi. Organisasi juga akan mencatat jumlah kegiatan, peserta, mitra, tindak lanjut pendampingan, serta rekomendasi kebijakan yang disampaikan.
Namun, angka kegiatan saja dinilai belum cukup. ICMI juga akan melihat apakah peserta memperoleh akses pendidikan dan keterampilan, keluarga lebih mudah mendapatkan informasi kesehatan, pelaku usaha menerapkan pengetahuan baru, kampung semakin siap menghadapi risiko, serta aspirasi warga memperoleh tindak lanjut.
“Hasil pelaksanaan akan dievaluasi dan dilaporkan secara terbuka,” kata Hamdani.
Program yang berhasil akan diperbaiki dan dikembangkan secara bertahap ke wilayah lain selama masa bakti 2026–2031.
“Dengan arah tersebut, kepengurusan ICMI Kabupaten Tangerang di bawah Hamdani menempatkan penguatan organisasi, kolaborasi, keahlian cendekiawan, serta pengabdian langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan ICMI yang semakin hadir dan memberi manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, ICMI Orda Kabupaten Tangerang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Sabtu (26/9/2026). Pembukaan Musda tersebut dihadiri oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. (aditya)



















