SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Atap rumah yang mulai bolong dan sejumlah bagian penyangga yang terpaksa ditopang bambu menjadi pemandangan yang ditemui Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) milik Chandra di Desa Solear, Kecamatan Solear, Selasa (29/9/2026).
Melihat kondisi tersebut, Maesyal langsung menginstruksikan agar rehabilitasi rumah segera dilakukan. Ia memastikan pembongkaran atap rumah Chandra dimulai pada Rabu (30/9).
“Saya dapat laporan dari Pak Dewan bahwa ada rumah di Desa Solear, kondisinya seperti ini. Tadi saya masuk, atap gentengnya sudah bolong-bolong dan beberapa kaso ditunjang tiang bambu. Mulai besok atapnya dibongkar dan rumah dibangun kembali,” kata Maesyal kepada Satelit News, Selasa (29/9).
Dari Desa Solear, Maesyal kemudian melanjutkan peninjauan ke rumah Fatimah di Desa Karang Harja, Kecamatan Cisoka. Rumah tersebut dihuni Fatimah bersama cucunya yang berusia 12 tahun dan berstatus yatim piatu.
Kondisi rumah Fatimah juga mendapat perhatian Bupati. Maesyal memastikan rumah tersebut segera direhabilitasi agar menjadi hunian yang aman, sehat, dan layak, dengan fasilitas yang memadai, seperti toilet, kamar mandi, kamar, ventilasi, serta jendela.
“Lalu lokasi kedua, di Desa Karang Harja, Kecamatan Cisoka. Kita mau segera mulai besok dibangunkan lagi rumah yang layak huni, sehat, ada toilet, kamar mandi, kamar, serta ventilasi dan jendela yang memadai,” jelasnya.
Baca Juga: Wabup Intan Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha Kelola Sampah Berkelanjutan
Maesyal mengatakan rehabilitasi kedua rumah tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu 10 hingga 14 hari. Selama proses pembangunan berlangsung, Chandra dan Fatimah untuk sementara akan tinggal di rumah kerabat masing-masing.
“Insyaallah dalam waktu sekitar dua minggu ke depan sudah bersih dan bisa ditempati,” imbuhnya.
Maesyal juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan RTLH yang kondisinya membutuhkan penanganan dan berpotensi membahayakan penghuninya.
Ia meminta masyarakat turut bergotong royong dan berkolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta perangkat daerah terkait untuk membantu merehabilitasi RTLH sehingga menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan sehat.
Bagi Chandra, kedatangan langsung Bupati Tangerang membawa harapan baru bagi keluarganya. Ia mengaku sudah tidak bekerja sehingga kebutuhan keluarga sebagian besar bergantung pada anak perempuannya yang bekerja. Selain itu, masih ada anaknya yang bersekolah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Tangerang karena sudah datang langsung melihat dan membantu pembangunan rumah saya yang sudah hampir ambruk. Saya sudah tidak bekerja, mengandalkan anak perempuan saya yang bekerja, dan masih ada anak saya yang sekolah,” kata Chandra.
Baca Juga: Pimpin ICMI Kabupaten Tangerang Periode 2026–2031, Hamdani Siapkan Lima Program Pancabakti
Ucapan terima kasih juga disampaikan Fatimah. Ia bersyukur rumah yang selama ini ditempatinya akan segera direhabilitasi sehingga lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.
“Makasih, Pak Bupati, rumah saya mau dibangun. Semoga Pak Bupati sehat terus,” ucap Fatimah. (alfian/aditya)



















