SATELITNEWS.ID, PINANG—Sekilas, usaha yang digelutinya ini tampak sederhana. Namun bukan berarti hasil dari usaha ini sederhana pula. Ia mampu menunaikan ibadah haji berdua (suami istri) serta umrah bersama keluarga (suami istri dan dua putrinya). Ia juga bisa membeli mobil untuk keperluan distribusi produk hasil buatannya. Dari hasil usahanya itu pula, ia bisa membiayai anaknya sekolah di perguruan tinggi.
Adalah pasangan suami istri Talim dan Putri. Keluarga ini membuat kudapan khas Betawi di rumahnya dan dipasarkan ke Pasar Anyar Kota Tangerang serta kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Warga Jalan Haji Aba Gang Tower RW 05, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, ini di dapur rumahnya memproduksi kue kembang goyang, akar kelapa, keripik bawang, biji ketapang dan stik bawang dengan label “Kue Kembang Goyang Hj Iput Cap Putri”.
Semùanya itu kudapan khas kampung Betawi yang biasanya dijadikan hidangan di meja tamu saat Lebaran Idul Fitri. Kini, untuk menikmati makanan ringan itu tak perlu menunggu saat Lebaran Idul Fitri, konsumen bisa mendapatkannya di alamat tersebut di atas maupun melalui instagram @kembanggoyang_hj.iput atau di toko makan ringan di Pasar Anyar Kota Tangerang. Konsumen bisa pula memesan kembang goyang Hj Iput melalui gojek.
Menurut Haji Talim, semenjak merebak wabah Corona, penjualannya menurun mencapai 60 persen. Biasanya dalam seminggu ia bisa mengirim ke toko langganan mencapai dua sampai tiga kali pengirimin. Kini di tengah pandemi covid ’19, penjualan kembang goyang menurun.
“Semenjak ada covid ’19 permintaan pasar menurun. Kini dalam seminggu saya cuma mengirim ke toko cuma sekali. Kembang goyang buatan saya ini tahan sampai tiga bulan,” ujar Haji Talim saat ditemui di rumah sekaligus dapur produksi kue kembang goyang Hj Iput Cap Putri.
Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Diungkapkannya, di masa pandemi covid ’19 ini usaha kue kembang goyang yang digelutinya dalam satu bulan hanya menghabiskan 5 Kg terigu dan 5 Kg sagu. Untuk mengikuti tren penjualan yang menggunakan teknologi informasi, Kembang Goyang Hj Iput Cap Putri bisa menerima pembelian atau pemesanan melalui Instagram.
Keluarga ini menekuni usaha pembuatan kue khas Betawi sejak 14 tahun lalu. Menurut tuturan Talim, awalnya membuat keripik bawang dengan bahan dasar terigu 1 Kg. Keripik bawang tersebut ia pasarkan kepada teman-temen di tempat kerjanya di Argo Pantes. Tiap hari ia membawa dagangan itu ke tempat kerja.
“Saya jual ke temen-temen kerja di Argo Pantes. Terus saya titip dagangan di koperasi tempat kerja juga di koperasi sejumlah pabrik di kawasan Kebon Nanas. Lambat laun permintaan pasar makin bertambah banyak. Maka tahun 2012 saya putuskan untuk keluar kerja dari Argo Pantes dan fokus mengelola usaha ini bareng keluarga,” tutur Talim mengenang masa awal usahanya. (made)
























