SATELITNEWS.COM, TANGERANG—-Ribuan pasang mata dan langkah kaki berpadu dalam kebersamaan yang meriah di Stadion Benteng, Kota Tangerang, Sabtu malam (24/10/2026). Di tengah gulita malam yang berbalut sorot lampu panggung dan taburan warna-warni glow in the dark, ratusan anak muda bersama masyarakat melebur dalam gelaran KNPI Kota Tangerang Colour Night Run 5K Tangerang 2026.
Acara yang dihelat untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda ini bukan sekadar ajang lari malam biasa. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan, panggung ekspresi, sekaligus ikhtiar kolektif untuk merawat solidaritas dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, yang hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)—mulai dari DPRD, Kapolres Metro, unsur TNI, hingga sivitas akademika—menilai positif antusiasme yang membuncah di tengah peserta. Bagi pemerintah daerah, kehadiran pemuda selalu menjadi denyut nadi yang menghidupkan dinamika kota.
“Alhamdulillah pada malam hari ini KNPI bersama jajaran panitia menyelenggarakan KNPI Color Night Tangerang tahun 2026. Kolaborasi antar pemuda di Kota Tangerang terus di-giat-kan,” ujar Maryono di sela-sela kegiatan monitoring.
Ia juga menyoroti bagaimana kegiatan semacam ini memberikan dampak beruntun yang positif bagi masyarakat luas, mulai dari mempererat kerukunan, menciptakan suasana yang guyup, hingga membumikan budaya cinta olahraga. “Kami sebagai pemerintah terus men-support. Terlebih lagi pemuda adalah harapan dari generasi berikutnya. Manakala ada yang berkunjung ke Kota Tangerang, mereka dapat menginformasikan kepada daerah di luar sana bahwasanya Kota Tangerang berada dalam kondisi yang baik, aman, dan nyaman,” imbuhnya.
Di balik kemeriahan malam itu, ada kerja-kerja pengorganisasian yang konsisten. Sekretaris DPD KNPI Kota Tangerang, Lazuardi El Ghifary—yang akrab disapa Ega—menyebutkan bahwa Colour Night Run ini merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Melihat animo yang luar biasa dari publik, pihaknya bertekad menjadikan agenda ini sebagai kalender rutin tahunan kepemudaan di Kota Tangerang.
Baca Juga: Kampung Jimpitan Kota Tangerang Jadi Model Percontohan Ruang Bersama Indonesia
“Kegiatan ini sudah dua tahun kita laksanakan, dan insyaallah akan rutin setiap tahunnya kita adakan,” ungkap Ega.
Ega menekankan, sebagai wadah resmi kepemudaan, DPD KNPI Kota Tangerang tidak hanya berfokus pada satu jenis kegiatan saja. Melalui sinergi bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) yang terhimpun, spektrum program dirancang luas menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan.
Ada hal istimewa yang membedakan perhelatan tahun ini dari edisi sebelumnya. Ega mengungkapkan bahwa pihaknya secara khusus melibatkan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal untuk ambil bagian di dalam ekosistem acara.
“Yang membedakan tahun ini, banyak kita perankan pelaku UKM yang memang terlibat dalam program ini.Karena program kita banyak menyentuh bidang kesehatan, kewirausahaan, dan kepemudaan, yang digerakkan bersama pemuda, pemerintah daerah, DPRD, hingga elemen digital,” jelasnya.
Dari sudut pandang legislatif, gelaran ini dibaca melampaui batas-batas perayaan seremonial semata. Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, memandang kegiatan kreatif kepemudaan seperti ini sebagai wujud nyata dari investasi sosial (social investment) yang sangat krusial di tengah gelombang bonus demografi.
Menurut Arief, tantangan terbesar bangsa saat ini adalah bagaimana mengelola potensi demografi muda agar tidak menjadi beban, melainkan bertransformasi menjadi modal utama pembangunan.
Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Kota 23 Oktober, Cek Lokasinya
“Bagaimana potensi pemuda sebagai bagian dari bonus demografi ini benar-benar bisa terkelola, sehingga menjadi modal kita untuk membangun Kota Tangerang yang sejahtera di masa yang akan datang,” tutur Arief.
Ia mengingatkan bahwa bonus demografi merupakan momentum langka dalam sejarah sebuah bangsa.Kegagalan dalam merawat dan mengarahkan energi positif generasi muda, kata Arief, berisiko melahirkan kerugian jangka panjang.
“Kalau kita gagal mengelola potensi pemuda ini, maka kita bisa menjadi bangsa yang gagal. Jadi saya kira ini adalah upaya luar biasa yang perlu terus kita tumbuh kembangkan, untuk memastikan seluruh generasi muda benar-benar menjadi aset bagi Kota Tangerang di masa depan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Arief memastikan bahwa lembaga legislatif akan terus mengawal dari sisi kebijakan, penganggaran, hingga fungsi pengawasan. Setiap rupiah anggaran yang diperjuangkan dipastikan memiliki keberpihakan (afirmasi) yang jelas bagi ruang-ruang pengembangan generasi muda.
Ketika garis finish malam itu dilewati di bawah pendar lampu Stadion Benteng, terselip sebuah pesan optimis:bahwa masa depan Kota Tangerang berada di tangan anak-anak muda yang sehat, kreatif, dan berdaya saing tinggi.
“Pemuda adalah harapan generasi berikutnya dan kegiatan ini menjadi bagian dari cara kita merawat asa menyongsong masa depan,” katanya. (ari)

















