SATELITNEWS.COM, SERANG – Tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banten, mencapai 49 ribu pengunjung. Mayoritas pengunjung yang datang itu, berasal dari non anggota perpustakaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten Usman Asshiqqi Qohara mengatakan, sepanjang tahun 2026 aatau sejak Januari sampai September ini audah ada 49.860 masyarakat berkungjung ke Perpusda Banten. Tujuannya, untuk membaca buku atau mengenalkan kepada anak mengenai peran perpustakaan.
“Sampai September ini sudah lebih dari 49 ribu masyarakat yang datang ke Perpustakaan. Mencari buku, membaca, atau mengenalkan perpustakaan kepada para pelajar dan masyarakat,” katanya, Selasa (20/10/2026).
Usman menerangkan, jumlah kunjungan langsung ke Perpustakaan milik Pemprov Banten itu didominasi oleh kunjungan non anggota Perpustakaan. Perbandingannya, kata dia, bisa tiga kali lipat dibandingkan dengan angfota perpustakaan yang datang.
“Untuk jumlah kunjungan masyarakat yang terdaftar sebagai anggota perpustakaan mencapai 11.092 kunjungan, sementara non anggota itu mencapai 31.479 pengunjung yang tersebar di beberapa layanan perpustakaan yaitu ada Banten Corner, ruang baca umum, ruang loby utama, ruang koleksi deposit dan ruang multimedia,” paparnya.
Menurut Usman, literasi tidak hanya tentang perpustakaan. Namun selama ini, kata dia, banyak masyarakat hanya mengetahui literasi pada sebatas perpustakaan.
Baca Juga: Kemarau Panjang Melanda Banten, Hasil Panen Petani Terganggu
“Makanya, beberapa program kita sekarang ini literasi tidak hanya baca tulis, tapi literasi untuk hidup yang lebih baik dan inklusif,” tandasnya
Selain kunjungan langsung ke Perpustakaan, lanjutnya, masyarakat juga bisa membaca buku lewat website milik DPK Banten yakni Banten Satu Pustaka (Batupusaka) yang mulai beroperasi sejak Januari 2023.
Selain itu, pihaknya juga melaksanakan beberapa program untuk meningkatkan minat baca dan kunjungan ke perpustakaan, yakni pustaka bergerak, mobil pintar, layanan arsip keliling, hingga program peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Semua layanan tersebut bersifat gratis dan terbuka bagi komunitas maupun lembaga.
“Kita mengadakan layanan berkunjung dan mengundang orang untuk datang ke DPK. Kita juga berkolaborasi dengan Komisi V serta pihak terkait untuk mengadakan berbagai kegiatan untuk terus mengingatkan pentingnya literasi. Beberapa program itu selama ini berjalan, ya walau dengan keterbatasan anggaran, tapi kita bisa jalan,” bebernya.
Usman menerangkan, selain aktif menggelar kegiatan di DPK Banten, pihaknya juga terus berkolaborasi dengan dinas perpustakaan di kabupaten kota.
“Saya ingin kita bersinergi dengan kabupaten kota untuk meningkatkan itu angka literasi. Jadi saling bekerja sama,” ujarnya.
Baca Juga: Serapan Pupuk Bersubsidi Rendah, Poktan dan Gapoktan Di Banten Jangan Main Curang
Sementara, Mutoharoh seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Serang mengatakan, mengenalkan pentingnya membaca kepada anak sejak dini sangat penting. Oleh karena, salah satu metode yang digunakan adalah dengan mengajak langsung ke perpustakaan.
Selain itu, membaca juga banyak memberikan manfaat terhadap pengetahuan secara pribadi, karena banyak sumber informasi yang bisa didapat. Oleh karena itu, dia meyakini dengan membaca bisa menjadi modal penting untuk hidup.
“Banyak baca banyak tahu, saya kira itu bukan hanya sekedar kata. Tinggal bagaimana kita bisa mengajak anak untuk rajin membaca. Salah satunya bisa dengan mengajaknya langsung ke perpustakaan,” tukasnya. (adib)

















