SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kebakaran kembali terjadi di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (24/10/2026) petang. Api yang muncul di bagian belakang Pintu 1 TPA tersebut ditangani petugas pemadam kebakaran selama sekitar satu jam, disertai upaya pendinginan untuk mencegah titik api kembali menyala.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, upaya mitigasi dan simulasi penanganan kebakaran yang telah dilakukan di TPA Rawa Kucing membantu petugas merespons kejadian dengan cepat sehingga api tidak membesar.
“Alhamdulillah, mitigasi, simulasi di TPA Kota Tangerang bisa mencegah sehingga enggak membesar,” kata Mahdiar.
Menurut Mahdiar, kesiapan penanganan kebakaran di kawasan tempat pemrosesan sampah tersebut tidak hanya mengandalkan personel pemadam kebakaran. Dukungan peralatan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang juga menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.
DLH memiliki unit kendaraan yang dilengkapi peralatan untuk menjangkau dan menangani area kebakaran. Mahdiar menyebutkan, kendaraan tersebut dapat bergerak naik ke area yang diperlukan dengan dukungan peralatan menyerupai ekskavator.
Dengan dukungan peralatan itu, petugas dapat melakukan penanganan di lokasi yang membutuhkan jangkauan khusus. Sementara itu, personel pemadam kebakaran melanjutkan proses pendinginan pada titik kejadian dan area sekitarnya untuk mengantisipasi munculnya kembali api.
Baca Juga: 3 Hari Terbakar, Api Masih Membara di Kawasan Pergudangan Jatiuwung
Berdasarkan laporan UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Batuceper dan Pos Belendung BPBD Kota Tangerang, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 17.58 WIB, Sabtu.
Petugas kemudian diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 18.00 WIB dan tiba sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 18.10 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Iskandar Muda, kawasan TPA Rawa Kucing, tepatnya di belakang Pintu 1, RT 04/RW 02, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. Mereka didukung satu unit firedome jenis HP dan satu unit kendaraan penyuplai air.
Penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 19.10 WIB. Dengan demikian, rangkaian penanganan berlangsung sekitar 70 menit sejak laporan diterima hingga petugas menyelesaikan pekerjaan di lokasi.
Meski demikian, laporan petugas tidak mencantumkan penyebab kebakaran maupun perkiraan kerugian akibat kejadian tersebut. Karena itu, sumber awal api dan besarnya dampak kebakaran belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Penanganan kebakaran di kawasan TPA memerlukan perhatian khusus karena karakteristik material sampah dapat menyulitkan pemadaman. Pada kondisi tertentu, bara yang tersisa di bagian dalam tumpukan sampah berpotensi memicu munculnya kembali api meskipun kobaran di permukaan telah mereda.
Baca Juga: Kebakaran Besar Hanguskan 9 Gudang di Jatiuwung
Karena itu, proses pendinginan menjadi bagian penting setelah pemadaman. Petugas tidak hanya menangani titik yang terbakar, tetapi juga memeriksa dan mendinginkan area di sekitarnya guna mengurangi risiko munculnya kembali api.
Dalam kejadian di Rawa Kucing tersebut, petugas pemadam kebakaran melanjutkan pendinginan pada titik kebakaran dan wilayah sekitarnya setelah melakukan penanganan awal.
Kesiapan personel, ketersediaan pasokan air, serta dukungan peralatan dari perangkat daerah terkait menjadi unsur penting dalam merespons kebakaran di kawasan pengelolaan sampah.
Mahdiar menilai, pengalaman mitigasi dan simulasi yang dilakukan sebelumnya membantu mendukung respons petugas saat kejadian berlangsung. Namun, penyebab kebakaran pada Sabtu petang itu belum diketahui berdasarkan laporan awal.
Peristiwa tersebut kembali menempatkan kesiapsiagaan kebakaran di TPA Rawa Kucing sebagai perhatian penting. Selain respons cepat ketika api muncul, pemantauan titik rawan dan pendinginan setelah pemadaman diperlukan untuk mencegah kebakaran berkembang dan mengganggu aktivitas di kawasan tersebut. (ari)

















