SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang menyiapkan sejumlah rencana aksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan dan arsip kepada masyarakat, mulai dari penambahan koleksi film edukatif dan alat permainan edukatif (APE) hingga penyederhanaan prosedur peminjaman buku. Langkah ini dilakukan agar layanan perpustakaan semakin optimal, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak.
Upaya tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Arsip, Jumat (23/10/2026).
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, R. Dicky Burhanuddin, yang diwakili Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (Kasubag Umpeg), Rini, menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi wadah komunikasi dan diskusi antara penyelenggara layanan dengan para pemangku kepentingan.
“Kegiatan ini dihadiri staf Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, kepala sekolah TK Fioretti, kepala sekolah RA Assalam, serta staf notaris. Para peserta diberikan kesempatan menyampaikan masukan, saran, dan kebutuhan terkait peningkatan pelayanan perpustakaan dan arsip,” ujar Rini, usai FKP.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah usulan mengemuka dan diharapkan menjadi bahan evaluasi perbaikan layanan sekaligus dasar penyusunan rencana aksi perbaikan layanan. Masukan yang disampaikan mencakup pengembangan koleksi, penambahan fasilitas ramah anak, serta penyederhanaan prosedur peminjaman buku.
“Salah satu rencana aksi yang dibahas adalah penambahan koleksi film cerita pendek edukatif. Kehadiran film dengan konten pendidikan diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik, khususnya bagi anak-anak,” jelas Rini.
Baca Juga: Pemkab Tangerang bersama Baznas Salurkan 80 Gerobak Usaha untuk UMKM
Selain itu, media tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan minat baca dan penanaman budaya literasi sejak dini.
Rencana berikutnya adalah penambahan alat permainan edukatif (APE) dan koleksi bacaan anak. Penyediaan fasilitas bermain yang bersifat edukatif serta penambahan buku bacaan diharapkan dapat menciptakan lingkungan perpustakaan yang lebih nyaman dan menyenangkan.

“Dengan demikian, anak-anak dapat belajar melalui kegiatan bermain sekaligus membaca, yang mendukung tumbuh kembang mereka,” katanya.
Selain meningkatkan fasilitas dan koleksi, forum tersebut juga membahas penyederhanaan proses peminjaman buku perpustakaan. Salah satu usulan yang disampaikan, adalah menghapus kewajiban melampirkan dokumen fisik identitas diri bagi peminjam.
“Rencana ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perpustakaan. Namun, penyederhanaan prosedur tersebut tetap akan memperhatikan ketentuan administrasi, keamanan data, dan akuntabilitas pelayanan,” terangnya.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang memperoleh berbagai masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah perbaikan pelayanan. Rencana aksi yang telah dibahas diharapkan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan, ketersediaan sumber daya, dan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Aktivitas Truk Galian Tanah Buat Resah Warga Sindang Jaya
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui evaluasi berkelanjutan dan pelibatan masyarakat. Dengan berbagai upaya tersebut, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang inklusif dan ramah anak, sekaligus memenuhi kebutuhan informasi serta meningkatkan literasi masyarakat secara lebih optimal. (alfian/aditya)

















