SATELITNEWS. COM, TANGERANG—Guna meningkatkan produksi padi di Kabupaten Tangerang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan pupuk organik, pembaruan data dan informasi status hara P dan K, pH tanah, serta kadar C-organik. Kerja sama ini juga mencakup uji coba dan validasi teknologi pengelolaan lahan.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan sektor pertanian. Pihaknya bersama BRIN saat ini telah merealisasikan pembuatan pupuk organik serta pembaruan data lahan pertanian.
“Inovasi dan riset ilmiah ini bertujuan meningkatkan produksi padi hasil pertanian di Kabupaten Tangerang. Pendampingan BRIN untuk kegiatan peningkatan produktivitas lahan pertanian merupakan tindak lanjut program NGEMAS, yaitu kajian berbasis riset terkait peningkatan produktivitas lahan dan tanaman,” ujar Ujang Sudiartono kepada Satelit News, Kamis (22/10).
Selain pengembangan inovasi dan riset ilmiah, kata Ujang, Pemkab Tangerang bersama BRIN turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyuluhan kepada petani mengenai teknologi pengelolaan lahan dan pembuatan pupuk organik hayati.
“Kemudian, penyusunan rekomendasi teknologi pengelolaan lahan berdasarkan karakteristik tanah, serta perancangan aplikasi seluler untuk rekomendasi pengelolaan lahan,” tambahnya.
Menurut dia, pelatihan pembuatan pupuk organik juga menjadi wujud nyata sinergi strategis untuk memperbaiki kualitas serta kesehatan tanah sawah. Langkah ini sekaligus membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 15–30 persen sehingga mampu menekan biaya produksi dan mendongkrak pendapatan petani.
Baca Juga: Aktivitas Truk Galian Tanah Buat Resah Warga Sindang Jaya
Ia mengungkapkan, perpaduan bahan-bahan pembenah tanah tersebut merupakan teknologi sederhana namun tepat guna, yang memanfaatkan sumber daya lokal untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi.
“Kita praktikkan formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN. Kita memadukan bahan-bahan pembenah tanah, seperti biochar arang sekam dan kotoran hewan matang, yang kaya nutrisi organik dari rumput laut serta limbah organik yang diproses secara tepat dengan bantuan asam fosfat, perekat PPA, dan pengayaan urea terukur,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, menambahkan bahwa riset dan inovasi peningkatan produktivitas padi sawah bersama BRIN ini dilaksanakan di lokasi Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.
“Lokasi percobaan berada di Kelompok Tani Bina Harapan, Desa Mekar Jaya, Sepatan, dengan luas lahan percobaan satu hektare pada musim tanam kedua, periode Oktober sampai dengan Desember 2026,” kata Munir. (alfian)

















