SATELITNEWS, KOTA TANGERANG—Proses pemadaman kebakaran yang melanda kawasan pergudangan di Jalan Industri Raya VIII, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang hingga kini masih berlangsung. Memasuki hari ketiga,petugas gabungan berjibaku menjinakkan sisa-sisa api yang masih terjebak di balik reruntuhan bangunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, mengonfirmasi bahwa kepulan asap dan titik api terpantau masih pekat di area belakang kompleks gudang. “Pada Kamis pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB, terpantau di bagian paling belakang masih ada titik-titik nyala api yang cukup signifikan,” kata Andia saat dikonfirmasi SatelitNews.Com, Kamis (22/10/2026).
Guna mempercepat proses pendinginan, tim pemadam di lapangan terpaksa mengerahkan alat berat. Langkah ini diambil lantaran penyiraman air secara langsung dinilai kurang maksimal untuk menembus material bangunan yang ambruk.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, sebelumnya menjelaskan bahwa bara api yang terperangkap di bawah tumpukan puing dan asbes menjadi tantangan terbesar bagi petugas. “Sisa api tinggal yang tertutup puing-puing dan asbes. Percuma melakukan penyiraman jika tidak dibantu alat berat untuk membongkar dan mengurai material yang menutupi sumber api,” ujar Mahdiar, Rabu (21/10/2026).
Insiden kebakaran hebat ini pertama kali dilaporkan kepada BPBD Kota Tangerang pada Selasa (20/10/2026) siang,tepatnya pukul 13.55 WIB. Total ada sembilan gudang yang ludes dilalap si jago merah. “Setelah didata secara menyeluruh, tercatat ada sembilan gudang yang terdampak,” ungkap Andia.
Dari total sembilan titik tersebut, tujuh di antaranya berada dalam satu kawasan utama, sementara dua gudang lainnya terletak di area yang terpisah. Berdasarkan keterangan awal dari pengurus RT setempat serta para pemilik usaha, api diduga bermula dari salah satu gudang penyimpanan es krim.
Baca Juga: Kebakaran Besar Hanguskan 9 Gudang di Jatiuwung
“Berdasarkan informasi yang kami himpun dari ketua RT dan pemilik, api pertama kali muncul dari gudang es krim,kemudian dengan cepat merambat ke gudang di sekitarnya seperti gudang paket dan gudang sepatu,” jelasnya.
Andia menambahkan, cepatnya laju api dipicu oleh jenis barang yang disimpan di dalam gudang yang sebagian besar merupakan material mudah terbakar. Walau struktur bangunan bukan faktor utama, isi muatan gudang membuat api mudah membesar tatkala tersulut percikan yang diduga berasal dari korsleting listrik. Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih terus bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh bara api benar-benar padam dan mencegah potensi kemunculan titik api baru. (ari)

















