SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Banten bersama Apindo Kota Tangerang menggelar pelatihan afiliator bagi mahasiswa Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, Kamis (22/10/2026). Program ini ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan pemasaran digital sekaligus membuka peluang usaha tanpa harus memiliki produk sendiri.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program Apindo Daya di Banten yang mendorong mahasiswa memanfaatkan media sosial secara produktif. Peserta mendapatkan materi mengenai konsep afiliasi, pembuatan konten kreator, hingga teknik mempromosikan produk melalui platform digital.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi inisiatif Apindo Banten, Apindo Kota Tangerang, dan pihak kampus dalam menghadirkan pelatihan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pembangunan daerah.
“Kita tidak bisa sendirian membangun kota ini. Diperlukan kerja sama yang baik dengan semua lapisan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Sachrudin kepada awak media usai acara pembukaan.
Ia berharap keterampilan pemasaran digital yang diperoleh mahasiswa dapat dimanfaatkan untuk membantu mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tangerang maupun wilayah Banten.
Menurut Sachrudin, kemampuan memasarkan produk menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha. Melalui pemasaran digital, produk UMKM diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Baca Juga: Jumlah Mahasiswa Baru Melonjak, UNIS Tangerang Semangat Gelar PKKMB
Ketua Apindo Banten Tomy Rachmatullah menyampaikan, pelatihan ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan di Banten, khususnya Kota Tangerang. Program tersebut terlaksana dengan dukungan Paragon Corp, salah satu anggota Apindo yang turut memberikan materi pelatihan. “Ini adalah pertama kali kita lakukan di Banten, khususnya di Kota Tangerang, untuk bisa menciptakan afiliator-afiliator,” ujarnya.
Menurut Tomy, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. Peserta didorong menerapkan keterampilan yang diperoleh agar dapat menghasilkan pendapatan melalui pemasaran digital.
Ia menjelaskan, peluang menjadi afiliator terbuka bagi siapa saja, termasuk pelajar dan mahasiswa. Karena itu, Apindo memulai program tersebut dari kalangan mahasiswa agar kebiasaan menggunakan media sosial tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi aktivitas produktif yang bernilai ekonomi.
Ketua Apindo Kota Tangerang Ismail menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk merintis usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri. Ia menekankan pentingnya penerapan materi setelah pelatihan selesai.
Menurutnya, ketekunan dan kedisiplinan menjadi faktor penting agar keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. “Mahasiswa bukan hanya sebatas mengikuti pelatihan, tetapi harus menerapkan dan mengaplikasikannya dengan ketekunan serta kedisiplinan sehingga bisa menciptakan wirausaha baru dan menghasilkan uang untuk mereka sendiri,” kata Ismail.
Staf Ahli Gubernur Banten Kurnia Satriawan mengatakan, perkembangan bisnis saat ini tidak hanya bergantung pada modal dan jaringan distribusi, tetapi juga kemampuan memasarkan produk melalui media sosial. “Sekarang ini kalau kita bicara bisnis, bukan cuma bicara modal usaha dan jaringan distribusi, tetapi juga kemampuan mereka mempromosikan melalui media sosial,” ujarnya.
Baca Juga: Arief R Wismansyah: Entrepreneur Tangguh Harus Adaptif, Inovatif, dan Solutif
Kurnia menjelaskan, model pemasaran afiliasi memungkinkan seseorang memasarkan produk milik pihak lain tanpa harus memproduksi barang sendiri. Pemasaran melalui platform digital juga membuka peluang menjangkau konsumen di luar daerah, bahkan pasar luar negeri.
Kurnia menilai pelatihan tersebut mencerminkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kota, dunia usaha, akademisi, dan media. Kolaborasi itu diharapkan memperluas kesempatan masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan ekonomi digital.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIS Tangerang Dr Dine Agustine menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menambah keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah.
Menurut dia, mahasiswa perlu dibekali pola pikir kewirausahaan agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu melihat dan menciptakan peluang usaha. Peserta pelatihan berasal dari berbagai program studi, antara lain Fakultas Ekonomi, Bisnis Digital, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Tingginya minat mahasiswa membuat pihak kampus membatasi pendaftaran peserta.
Ia berharap kerja sama serupa dapat berlanjut dengan melibatkan lebih banyak perusahaan. UNIS juga memiliki inkubator kewirausahaan yang diharapkan dapat mendukung mahasiswa dalam mengembangkan gagasan bisnis. (made)

















