SATELITNEWS.COM, CIPUTAT—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan berencana menghancurkan bangunan ruko terdampak ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat. Langkah ini diambil karena kondisi struktur bangunan dinilai membahayakan dan berpotensi memicu keruntuhan susulan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi kejadian bersama anggota DPRD Tangsel pada hari kelima pascaledakan, Senin (19/10/2026). Menurut Pilar, tekanan udara dan gas yang sangat tinggi saat ledakan terjadi menyebabkan overpressure, sehingga memicu kerusakan berat pada struktur bangunan di sekitarnya.
“Tekanan gas dan udara yang tinggi menyebabkan overpressure. Hal itu memicu buckling (pergeseran/pembengkokan) dan cracking (keretakan) pada struktur gedung. Sangat berbahaya jika digunakan kembali. Kemungkinan besar gedung-gedung ini segera kami demolisi atau bongkar demi keselamatan warga,” kata Pilar di lokasi kejadian, Senin (19/10).
Berdasarkan pengamatan awal, sekitar delapan bangunan terdampak langsung oleh ledakan. Pemkot Tangsel telah menerjunkan tim penilik bangunan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk memeriksa ketahanan struktur gedung dalam radius tertentu.
Pilar menjelaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kawasan ruko mengenai mekanisme pembongkaran. Jika pihak pengelola tidak mampu melakukan pembongkaran sesuai standar teknis, pemerintah daerah siap mengambil alih proses tersebut.
“Ini aset milik perusahaan, jadi akan kami sepakati bersama. Kalau ruko mau bongkar sendiri harus sesuai standar yang kami tetapkan. Namun, jika tidak mampu, kami yang akan melakukan pembongkaran,” tegasnya.
Selain rencana demolisi, Pemkot Tangsel mengidentifikasi adanya dugaan pelanggaran perizinan pada ruko yang menjadi sumber ledakan. Bangunan yang dijadikan tempat penyimpanan gas berisiko tinggi tersebut diketahui tidak mengantongi izin resmi.
“Ruko ini hanya diperuntukkan bagi perdagangan dan gudang biasa, bukan untuk gudang berisiko tinggi. Tidak ada izin yang masuk,” ujar Pilar.
Pemkot akan memanggil perusahaan terkait serta memeriksa seluruh kawasan Pasar Cimanggis untuk memastikan tidak ada gudang bahan berbahaya tanpa izin lainnya. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan mengambil tindakan tegas hingga penutupan usaha.
Di samping penanganan fisik bangunan, Pemkot Tangsel juga tengah berfokus menangani korban luka-luka dan merencanakan relokasi bagi para pedagang yang terdampak.
Peristiwa ini menyisakan trauma dan kerugian besar bagi para pemilik usaha di sekitar lokasi. Rida Ristanto, pemilik tiga ruko alat olahraga yang terdampak ledakan, mengaku mengalami kerugian hingga Rp1 miliar dan terpaksa merumahkan belasan karyawannya.
“Karyawan saya belasan orang otomatis dihentikan sementara. Roda ekonomi mati,” ungkap Rida.
Rida berharap Pemkot Tangsel tidak hanya menangani pembongkaran bangunan, tetapi juga memberikan kepastian relokasi serta memfasilitasi mediasi dengan pengelola ruko untuk pemberian bantuan modal usaha. (eko)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

















