SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Aksesibilitas atas kesempatan kerja bagi para pencaker di Kota Tangerang terus diperluas. Dinas Kota Tangerang baru saja melaunching pojok kerja (Joker) pada Jumat (23/10/20206) pagi.
Joker adalah sebuah fasilitas penyediaan lowongan kerja yang hadir khusus setiap hari Jumat di Gedung Disnaker Kota Tangerang lantai 1 tepatnya dii bawah tangga dari pukul 08.00-16.00 WIB.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Wali kota Tangerang Maryono didampingi Ketua Apindo Kota Tangerang, Ismail dan tamu undangan lainnya.
JOKER dihadirkan sebagai alternatif bagi pencari kerja yang tidak dapat mengikuti bursa kerja (job fair) yang digelar pemerintah daerah, organisasi masyarakat, maupun sekolah.
Melalui layanan tersebut, masyarakat bisa memperoleh informasi lowongan kerja secara langsung tanpa harus menunggu pelaksanaan job fair.
Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan, Joker melengkapi program bursa kerja yang selama ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan serta kegiatan rekrutmen di sejumlah lokasi dan acara di Kota Tangerang.
Baca Juga: Cegah Ordal, Disnaker Kota Tangerang Gelar Rekrutmen Terbuka untuk Pencaker
“Harapannya, bagi mereka yang tidak bisa mengikuti job fair di beberapa kegiatan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, maupun sekolah, bisa datang setiap Jumat ke Disnaker untuk mencari informasi lowongan kerja,” ujarnya kepada awak media usai acara.
Ujang menjelaskan, informasi lowongan yang tersedia setiap pekan bersifat dinamis. Jumlah lowongan, formasi jabatan, dan perusahaan yang berpartisipasi bergantung pada kebutuhan tenaga kerja masing-masing perusahaan.
Untuk menghimpun informasi tersebut, Disnaker bekerja sama dengan Forum Komunikasi Praktisi Tenaga Kerja (FKPT) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Informasi yang diperoleh dari perusahaan kemudian dikumpulkan dan disampaikan kepada pencari kerja melalui layanan Joker.
Selain Joker, Disnaker Kota Tangerang juga memperkuat Unit Layanan Disabilitas (ULD). Layanan ini ditujukan untuk membantu penyandang disabilitas memperoleh informasi lowongan kerja sekaligus memfasilitasi kebutuhan mereka dalam mengakses pelayanan ketenagakerjaan.
Ujang menegaskan, layanan ULD tersedia setiap hari sebagai bagian dari fasilitas pelayanan bagi penyandang disabilitas. Melalui layanan tersebut, Disnaker juga berupaya mendorong perusahaan, baik pemerintah maupun swasta, menyediakan fasilitas yang mendukung aksesibilitas penyandang disabilitas.
Baca Juga: Bursa Loker Kota Tangerang 2026 Sediakan Sekitar 15 Ribu Lowongan Kerja
Di sisi lain, Disnaker Kota Tangerang mengembangkan pelatihan bahasa Inggris dan bahasa Jepang untuk memperluas peluang kerja masyarakat ke luar negeri. Penguasaan bahasa dinilai menjadi salah satu kompetensi dasar yang diperlukan calon pekerja untuk memenuhi persyaratan lowongan internasional.
Ujang mengatakan, peluang kerja di luar negeri mencakup ribuan kebutuhan tenaga kerja dengan beragam formasi. Karena itu, pemerintah daerah berupaya mempersiapkan warga Kota Tangerang agar memiliki kemampuan dasar untuk melamar pekerjaan tersebut.
Pelatihan dilaksanakan dalam kelompok kecil dengan kuota 16 peserta setiap angkatan. Pelatihan bahasa Jepang berlangsung selama tiga bulan, sedangkan pelatihan bahasa Inggris berlangsung selama satu setengah bulan.
Untuk penempatan kerja di luar negeri, Disnaker bekerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK). Program pelatihan tersebut dikhususkan bagi warga Kota Tangerang.
Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan, inovasi tersebut dibuat untuk menjangkau masyarakat yang belum tentu memperoleh informasi lowongan kerja melalui media sosial.
Menurut Maryono, sebagian pencari kerja masih mendatangi kantor Disnaker untuk menanyakan peluang pekerjaan. Karena itu, pemerintah menyediakan pojok khusus agar masyarakat lebih mudah mengetahui perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.
“Manfaatkan apa yang sudah diberikan Pemerintah Kota Tangerang untuk mempermudah masyarakat mencari pekerjaan di wilayah Kota Tangerang,” kata Maryono.
Maryono berharap berbagai fasilitas dan program yang disediakan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan.
Ia juga mengingatkan pencari kerja agar tidak langsung berkecil hati ketika mendapati penghasilan awal yang belum sesuai harapan.
Menurut Maryono, penghasilan pada awal bekerja dapat menjadi bagian dari proses membangun pengalaman dan meningkatkan karier.
“Penghasilan di awal adalah bagian dari perjuangan. Kalau dari awal hanya melihat gaji yang masih rendah, sampai kapan pun mereka tidak akan masuk ke dalam dunia kerja,” ujarnya. (made)

















