SATELITNEWS.COM, JAKARTA – Keterwakilan perempuan di Partai Golkar bukan sekadar memenuhi angka administratif. Di partai berlambang pohon Beringin, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pimpinan komisi, pimpinan alat kelengkapan Dewan, hingga menduduki jabatan strategis di kepengurusan partai.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Said Aldi Al Idrus menginstruksikan seluruh pengurus daerah (PD) AMPG melibatkan minimal 30 persen kader perempuan dalam setiap kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat).
“Kita ingin perempuan memiliki ruang yang lebih besar dalam proses kaderisasi dan kepemimpinan di AMPG,” kata Aldi di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurut Aldi, keterlibatan perempuan merupakan bagian penting dalam membangun organisasi kepemudaan yang inklusif, serta menyiapkan kader potensial Partai Golkar untuk masa mendatang. “PP AMPG siap mendukung pelaksanaan diklat di seluruh PD AMPG,” ujarnya.
Aldi mengingatkan, diklat tidak boleh sekadar menjadi kegiatan rutin organisasi. Lebih dari itu, diklat harus menjadi proses pembentukan kader yang memiliki kapasitas sumber daya manusia, integritas, loyalitas, dan kemampuan berorganisasi, wawasan kepemimpinan, dan semangat pengabdian.
“Diklat bukan sekadar kegiatan organisasi. Ini adalah proses membentuk kader. Karena itu, kita harus memastikan kader yang mengikuti diklat memiliki wawasan, kemampuan organisasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian,” tegasnya.
Baca Juga: Gerindra Tetap Teratas, PDI-P dan Golkar Membuntuti
Instruksi tersebut juga mengemuka dalam audiensi pengurus AMPG Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur dengan jajaran PP AMPG di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan itu membahas konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta rencana pelaksanaan diklat di daerah.
Dalam audiensi tersebut, Aldi didampingi Sekretaris Jenderal PP AMPG Ubaidillah dan sejumlah pengurus pusat. Sementara itu, pengurus AMPG Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur menyampaikan agenda organisasi, termasuk rencana penguatan kaderisasi dan penyelenggaraan diklat di masing-masing wilayah.
“Silaturahmi dan konsolidasi seperti ini harus terus dilakukan. PP AMPG terbuka untuk berkomunikasi dengan seluruh PD. Kita ingin seluruh daerah bergerak bersama, solid, dan memiliki arah perjuangan yang sama,” tuturnya.
Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan dukungan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertegas kewajiban keterwakilan minimal 30 persen perempuan dalam pencalonan anggota legislatif.
“Putusan tersebut memuat konsekuensi bagi partai politik yang tidak memenuhi ketentuan itu di daerah pemilihan tertentu,” ujarnya. (rm)

















