SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke 13 tahun 2026 tingkat Kabupaten Pandeglang, diisi dengan upacara pengibaran bendera merah putih, di Alun – alun Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/10/2026).
Dalam kesempatannya, hadir ribuan santri dari sejumlah Ponpes Se-Kabupaten Pandeglang, pejabat Forkopimda, alim ulama, asatidz, kyai, serta para pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam dan pelajar tingkat MTs dan MAN di Kabupaten Pandeglang.
Dalam kesempatannya, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, bertindak sebagai inspektur upacara dan menyampaikan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, pada upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Pandeglang.
Dalam amanat tersebut, ditegaskan, Hari Santri Nasional bukan hanya milik kalangan santri dan pesantren saja, ataupun umat Islam semata. Lebih dari itu, Hari Santri merupakan milik seluruh komponen bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, dan mencintai tanah air.
“Melalui kesempatan yang baik ini, Hari Santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya,” kata Bupati Dewi Setiani, saat membacakan petikan amanat Menteri Agama, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanatnya juga, menekankan pentingnya semangat cinta tanah air sebagai bagian dari nilai keimanan, sebagaimana ungkapan hubbul wathan minal iman, yang bermakna cinta tanah air merupakan bagian dari iman.
Baca Juga: Bayi Yang Ditemukan di Pesisir Pantai Bunda Panimbang Pandeglang Diberi Nama Sementara
Bupati Dewi Setiani juga menyampaikan, peringatan Hari Santri Nasional harus menjadi momentum, untuk memperkuat semangat gotong royong, dan melanjutkan perjuangan para ulama serta pahlawan bangsa, melalui berbagai kontribusi nyata sesuai dengan tantangan zaman.
“Peringatan Hari Santri, diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, dan melanjutkan perjuangan para ulama serta pahlawan bangsa, melalui berbagai kontribusi nyata sesuai dengan tantangan zaman,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu, khususnya para ulama dan santri, harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu dapat dilakukan, melalui upaya menjaga persatuan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, dalam amanatnya, Bupati Dewi Setiani mengajak seluruh peserta upacara, untuk mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan, serta keutuhan bangsa Indonesia.
“Mari kita doakan para ulama, santri, dan seluruh pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa Indonesia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, menerima amal ibadah mereka, melimpahkan rahmat kepada mereka, serta membimbing kita untuk meneruskan cita-cita luhur perjuangan mereka,” tuturnya.
Baca Juga: Apresiasi Kontribusi Ponpes, Wabup Najib: Tingkatkan Terus Kualitas SDM
Bupati Dewi Setiani juga menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026, kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren.
Ia berharap, para santri terus menjaga tradisi pesantren, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, serta mengabdikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara.
Dikatakannya, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi pengingat atas besarnya kontribusi ulama dan santri, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Nilai keikhlasan, perjuangan, persaudaraan, dan cinta tanah air, diharapkan senantiasa menjadi landasan bagi generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadaban.
“Melalui momentum ini, semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan nilai keagamaan, kepedulian sosial, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana HSN 2026 M. Muamar menyatakan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu.
“Selain melaksanakan upacara peringatan hari ini, sebelumnya juga sudah dilaunching Hari Santri Nasional dan Istighosah di Alun-alun,” tuturnya.
Dalam kesempatannya pula, dilakukan karnaval budaya atau pawai ta’aruf ratusan Ponpes dan pelajar tingkat MTs/MAN Se-Kabupaten Pandeglang.
Lalu, diakhiri dengan murak liwet di Pancaniti Alun-alun Pandeglang, yang diikuti seluruh jajaran pejabat Forkopimda, para pejabat di lingkungan Pemkab Pandeglang, santriwan/santriwati, serta sejumlah komponen masyarakat lainnya.
“Hari ini menjadi momentum bersejarah untuk kita semua, khususnya para santri Se-Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya. (mardiana)

















