SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Kebakaran hebat melanda gudang sembako dan Rumah Makan Dapoer Kharisma di Jalan Raya Mauk, Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (20/10/2026) dini hari. Amukan si jago merah yang diduga dipicu oleh korsleting listrik ini terjadi sekitar pukul 03.41 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengonfirmasi insiden tersebut. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat mengerahkan puluhan personel ke lokasi.
“Informasi yang kami terima, kebakaran terjadi pada pukul 03.41 WIB dini hari. Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menerjunkan personel dan armada pemadam kebakaran dari Pos Pakuhaji, Sepatan, Pasar Kemis, Mauk, Rajeg, serta Mako Curug,” ujar Taufik kepada Satelit News, Selasa (20/10/2026). Total ada 7 unit mobil pemadam dan 35 personel yang berjibaku memadamkan api.
Berdasarkan keterangan sejumlah pegawai, sebelum kebakaran terjadi sempat ada aktivitas bongkar muat barang di dalam gudang. Setelah pekerjaan selesai, para pegawai langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing. Namun, mereka diduga lupa mematikan fasilitas elektronik. Lampu dan kipas angin dibiarkan tetap menyala di dalam gudang kosong tersebut.
“Api pertama kali terlihat di dalam gudang. Diduga kuat kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, namun untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” lanjut Taufik.
Beruntung, Taufik memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Meski demikian, pemilik bangunan harus menelan kerugian materi yang cukup besar karena bangunan beserta isinya ludes terbakar.
Baca Juga: Cegah Banjir, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp50 Miliar
Secara terpisah, Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin, menambahkan bahwa setelah perjuangan keras, api akhirnya berhasil dijinakkan. Petugas di lapangan segera melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini kami sedang melakukan proses pendinginan agar sisa-sisa bara api benar-benar padam dan api tidak kembali membesar,” pungkas Amirudin. (alfian)

















