SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mencatat, hingga Oktober 2026 ada sekira 1,2 juta investor masuk ke Provinsi Banten dan menanamkan modalnya. Tingginya pemilik modal yang datang ke tanah jawara, menjadikan Provinsi Banten peringkat kelima nasional.
Diketahui, menutup triwulan pertama, realisasi investasi di Provinsi Banten mencapai Rp34,4 Triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekira Rp23,33 Triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekira Rp11,03 Triliun dari 33.932 proyek.
Kemudian diakhir triwulan kedua, realisasi investasi di Banten mencapai Rp31,9 Triliun. Artinya, dari triwulan pertama dan kedua atau menutup semester pertama, realisasi investasi di Banten mencapai Rp66,3 Triliun atau sekira 46,63 persen dari target sebesar Rp142,19 Triliun.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi meningkatnya minat masyarakat Banten untuk berinvestasi secara legal. Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor pasar modal di Provinsi Banten mencapai sekitar 1,2 juta investor dan menempatkan Banten pada peringkat kelima nasional.
“Hingga akhir Maret 2026, jumlah investor pasar modal di Banten mencapai sekitar 1,2 juta investor dan berada pada peringkat kelima nasional, ini merupakan modal yang baik untuk terus kita kembangkan,” katanya, disela acara Pasar Keuangan Rakyat (PKR) Banten 2026, Sabtu (24/10/2026).
Andra mengapresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), serta seluruh lembaga jasa keuangan yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Baca Juga: Miliki 1,2 Juta Investor, Banten Urutan Lima Nasional
Kata dia, kegiatan tersebut menunjukkan industri jasa keuangan tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan. Lembaga keuangan saat ini adalah mitra dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
“Pemprov Banten berkomitmen untuk terus mendukung perluasan akses keuangan bagi masyarakat, komitmen ini kami jalankan melalui sinergi dengan OJK dan lembaga jasa keuangan, termasuk melalui percepatan akses keuangan daerah, serta peran Bank Banten sebagai bank pembangunan milik daerah,” tambahnya.
Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma mengatakan, perluasan akses keuangan harus seiring dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Pasar Keuangan Rakyat Banten 2026, kami ingin semakin mendekatkan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, transaksi yang aman, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal,” ujarnya.
“Inklusi keuangan bukan sekadar membuka akses, tetapi juga memastikan masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak, aman, dan produktif,” sambungnya.
Sebagai informasi, PKR Banten 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang memadukan edukasi keuangan, akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan, transaksi digital, serta pemberdayaan UMKM dalam suasana festival yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Turnamen Voli Piala Gubernur Banten, Ajang Olahraga yang Menggerakkan Perekonomian Warga
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Financial Expo yang menyediakan edukasi dan konsultasi produk keuangan, UMKM Expo sebagai sarana promosi produk lokal, serta Financial Talkshow dan Financial Passport Challenge untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan jasa keuangan.
Selain itu, kegiatan ini menghadirkan Financial Fun Run, Festival Kuliner Rp1, Bazar Sembako Murah, Banten Traditional Dance Competition, serta berbagai permainan edukasi keuangan dan hiburan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah, PKR Banten 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran produk, meningkatkan transaksi, serta mengenal berbagai produk dan layanan keuangan yang dapat mendukung pengembangan usaha. (adib)

















