SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Air Kali di Kampung Mekar Kondang, Desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mendadak berubah warna menjadi merah pekat seperti darah pada Kamis (5/11). Fenomena yang diduga akibat pencemaran limbah cair tersebut langsung memicu keresahan warga setempat.
Salah seorang warga, Muhammad Badil, mengatakan perubahan warna air drainase atau kali tersebut terjadi secara tiba-tiba pada pagi hari. Warga khawatir kejadian ini dapat mengancam kesehatan dan mencemari sumber air bersih di sekitar permukiman.
“Baru pagi hari ini air kali tiba-tiba saja menjadi merah pekat. Kita warga semua heboh dan cemas karena khawatir dapat mengganggu kesehatan,” ujar Badil.
Mengetahui kejadian tersebut, warga langsung melapor kepada Kepala Desa Mekar Kondang agar penyebab pencemaran dapat segera ditelusuri. Badil menduga perubahan warna air ini disebabkan oleh limbah industri karena baru pertama kali terjadi di wilayahnya.
Kepala Desa Mekar Kondang M. Shofa Marwah mengungkapkan, perubahan warna air tersebut pertama kali terpantau oleh warganya sekitar pukul 05.30 WIB menjelang dimulainya aktivitas harian. Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena ini diduga kuat berasal dari aktivitas pencucian atau pembuangan limbah bahan kimia dari wilayah hulu yang terbawa arus ke hilir sungai.
“Kami menduga kuat ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencuci atau membuang limbah bahan kimia di wilayah hulu, sehingga zat pewarna atau limbah tersebut terbawa arus sampai ke hilir dan mencemari lingkungan warga kami,” tegas Shofa.
Baca Juga: Lepas 1.053 Atlet ke Porprov Banten, Kabupaten Tangerang Siap Rebut Juara Umum
Kendati sempat menimbulkan kekhawatiran besar, Shofa memastikan situasi di lapangan saat ini sudah terkendali. Seiring pergerakan arus sungai, aliran air berangsur-angsur kembali normal seperti sediakala.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang bergerak cepat menanggapi laporan warga. Kepala Seksi Bina Hukum DLHK Kabupaten Tangerang Sandy Nugraha menyatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan bersama aparat kecamatan setempat.
Dari hasil penelusuran awal, kejadian serupa baru pertama kalinya terjadi. Tim DLHK berencana melanjutkan investigasi mendalam ke wilayah hulu yang diduga menjadi sumber pencemaran pada Jumat (6/11).
“Tadi siang tim kita verifikasi lapangan ke sana dan ketemu dengan aparat kecamatan. Menurut kecamatan, kejadian ini baru pertama kali dan diduga berasal dari arah Rawa Kidang. Kita nanti akan melakukan pengecekan langsung ke daerah Rawa Kidang,” kata Sandy. (alfian)
















