SATELITNEWS.COM, LEBAK–Seorang bocah perempuan penyandang disabilitas berusia sekitar 7 tahun di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, diduga menjadi korban pencabulan seorang pria lanjut usia berinisial RB (76). Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami pendarahan pada bagian kemaluan hingga harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa (3/11/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pencabulan bermula ketika korban dibawa oleh terduga pelaku ke sebuah rumah kosong. Keberadaan keduanya kemudian diketahui oleh seorang tetangga yang melihat korban keluar dari rumah tersebut.
Dugaan tindak pencabulan itu baru terungkap setelah korban mengalami pendarahan. Saat dimintai keterangan, korban disebut menunjuk pria yang diduga melakukan perbuatan tersebut.
Kasi Humas Polres Lebak, Iptu Moestafa Ibnu Syafir membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut korban merupakan anak penyandang disabilitas yang mengalami pendarahan sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis. “Anak ini (korban) disabilitas ya. Karena ada pendarahan, ditanya si anak tersebut menunjuk pelaku tersebut,” ujarnya, di Mapolres Lebak, Rabu (4/11/2026).
Setelah kejadian diketahui, korban langsung dibawa ke RSUD Adjidarmo untuk menjalani perawatan. Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan RB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Lebak.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh kepolisian, pria berusia 76 tahun tersebut diketahui tidak memiliki pekerjaan. Moestafa memastikan terduga pelaku sudah berada dalam pengamanan polisi. “Sudah kita amankan, terduga pelaku pengangguran dan masih orang terdekat korban” pungkasnya.
Baca Juga: Polres Lebak Bongkar 30 Kasus Narkoba
Terpisah Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Duad Rizal membenarkan kasus dugaan pencabulan yang dialami bocah disabilitas. Dugaan pencabulan itu kata Daud terjadi usai diketahui oleh warga dan akhirnya terduga pelaku diamankan ke Polsek Warunggunung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Karena korban mengalami pendarah, oleh keluarga korban langsung dibawa ke rumah sakit. Kita harap kejadian ini menjadi perhatian bersama dan terduga pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di kepolisian,” pungkasnya.(mulyana)

















