SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Program ketahanan pangan menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam pemulihan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Rencananya, Pemkot Tangerang anak melancarkan program tersebut ke seluruh wilayah mulai tingkat RT hingga Kecamatan.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Sugiharto Achmad Bagja mengatakan program ketahanan pangan merupakan instruksi dari Pemerintah Pusat. Bahwa pemulihan ekonomi harus segera dilakukan di setiap daerah.
“Karena pemulihan ekonominya kan kita belum tahu. Anomali yang terjadi bisa saja kan bisa saja minus 5,3. Provinsi kemarin sudah rilis minus 7,4,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis, (6/8) di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Sehingga untuk saat ini, Pemkot Tangerang hanya fokus kepada pemulihan ekonomi dan pemeliharaan fasilitas publik. Tujuannya agar masyarakat mampu bertahan di tengah pandemi covid-19.
“Sekarang kan fokusnya ke pemulihan ekonomi, ketahanan pangan kemudian pemeliharaan. Karena kondisi keuangan kita juga terbatas,” ungkap Ugi sapaannya.
Sementara untuk pembangunan, rencananya Pemkot Tangerang akan kembali menganggarkan pada 2021 mendatang. Namun, niat tersebut masih samar-samar. Pasalnya Pemkot Tangerang juga belum mengetahui kapan pandemi Covid-19 usai.
Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini
“Tidak ada pembangunan, hanya pemeliharaan. Untuk dianggarkan 2021 pun masih dalam bahasan. Tetap mekanisme prioritasnya fokus, dari pusat pun orientasinya bagaimana masyarakat dengan mekanisme ketahanan pangan itu terus menjadi prioritas,” ujar Ugi.
Dia menuturkan untuk mekanisme ketahanan pangan pihaknya telah menyerahkan hal tersebut kepada instansi terkait. Yakni Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang.
Kepala DKP Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan untuk mekanisme nanti pihaknya akan memberikan bibit tanaman hingga ikan ke setiap kelurahan. Kemudian bibit tersebut akan dikelola oleh tenaga di sana.
“Di setiap kelurahan punya potensi untuk taman tematik, KWT (Kelompok Wanita Tani) kita akan manfaatkan itu untuk mengelola bibit yang kita berikan. Nanti setelah beberapa bulan menjadi tanaman akan diberikan ke masyarakat,” ujarnya di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, (6/8).
Abduh menjelaskan ketahanan pangan ini diinstruksikan untuk seluruh kalangan dan lokasi. “RT, RW dan perkantoran kita instruksikan untuk memanfaatkan lahan kosong untuk ketahanan pangan,” imbuhnya.
Pihaknya juga akan memberikan pendampingan kepada masyarakat bagaimana mengelola pertanian hingga hasilnya dapat dimanfaatkan. “Nanti kita lakukan pendampingan bagaimana ini bisa tersampaikan ke masyarakat,” pungkasnya. (irfan/mg2/gatot)
Baca Juga: Gedong Tinggi Ciledug Dibongkar, Pemkot Tangerang Kaji Sisa Bangunan untuk Rekonstruksi
























