SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Komandan SSK TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Kodim 0601 Pandeglang, Kapten Inf. Jajang Juanda menilai, pelaksanaan TMMD di wilayah Kecamatan Patia tak lepas dari peran serta Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Kata Jajang, Babinsa merupakan ujung tombak komando kewilayahan, setiap saat bersentuhan langsung dan berada di tengah-tengah masyarakat untuk menampung segala aspirasi, serta keinginan masyarakat di desa binaannya.
“Dalam setiap melaksanakan anjangsana, keluhan masyarakat desa dicatat,” kata Komandan SSK TMMD 109, Kapten Inf. Jajang Juanda, Minggu (18/10)
Jajang menegaskan, sebagian besar keluhan masyarakat terkait dengan insfratruktur jalan yang belum memadai. Kata dia, itu semua dihimpun sebagai bahan laporan ke komando atas tentang kondisi geo, demo dan Konsos.
“Hal itu juga sebagai bahan koordinasi dengan aparat desa setempat, untuk menindaklanjuti harapan masyarakat desa,” tandasnya.
Babinsa Desa Pasirgadung wilayah kecamatan Patia, Sertu Dede Suharsono mengatakan, Patia merupakan wilayah yang memiliki potensi pertanian yang menjanjikan, salah satunya yaitu padi sawah.
Baca Juga: Unma Banten Gelar Lokakarya dan Pameran UMKM Hasil KKN 2026
Walaupun hanya dua kali dalam setahun lanjutnya, hasil padi di wilayah Patia cukup bagus. Terbukti dengan banyaknya pembeli padi yang datang ke wilayah Kecamatan Patia.
“Namun sayangnya, selama ini para petani setempat kesulitan mengangkut hasil panen mereka. Dikarenakan akses jalan yang belum memadai, menyebabkan mahalnya ongkos angkut ke jalan besar,” ungkapnya.
Dede menjelaskan, berbekal dari keluhan masyarakat, Babinsa menggelar rapat koordinasi dengan kepala desa setempat, untuk ditindak lanjuti kepada Danramil. Kemudian diteruskan ke komando atas, dalam hal ini Kodim 0601Pandeglang.
Dari hasil laporan Babinsa tambahnya, dijadikanlah Kecamatan Patia sebagai target sasaran TMMD ke-109 Kodim 0601 Pandeglang, dengan sasaran fisik berupa pembukaan jalan sepanjang 3.430 meter yang melintasi 3 desa sekaligus. Diantaranya Desa Patia, Desa Pasirgadung dan Desa Babakankeusik.
“Ini merupakan jalan pendekat untuk menuju ke kota. Bukan hanya warga 3 desa tersebut yang akan menikmati akses jalan baru ini, tetapi masih ada 2 desa yang bisa menikmati jalan tersebut, yakni Desa Simpang Tiga dan Desa Turus,” katanya.
Menurut Dede, bukan hanya sasaran fisik saja, tetapi sararan non fisik berupa penyuluhan dari instansi terkait. Seperti penyuluhan KB dari BKKBN, penyuluhan Pertanian dari Dinas Pertanian, penyuluhan hukum dari Polres Pandeglang.
Baca Juga: Situ Cikedal Pandeglang Mulai Ditata, Buka Akses RTH dan Wisata Masyarakat
“Begitu juga penyuluhan bidang lainnya yang bertujuan untuk dapat menumbuhkan inovasi dan kreativitas masyarakat, dalam memberdayakan potensi daerahnya menuju kehidupan sosial masyarakat yang lebih baik,” tandasnya. (nipal/aditya)
























