SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Atlet Angkat Besi Indonesia Rizki Juniansyah mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja 2020. Lifter asal Provinsi Banten itu merebut tiga medali emas sekaligus memecahkan tiga rekor dunia remaja atas namanya sendiri.
Rizky yang tampil di kelas 73 kg, Minggu (15/11), meraih medali emas dari angkatan snatch, clean & jerk dan total. Pada nomor snatch, Rizki berhasil mencatatkan angkatan seberat 145 kg, memecahkan rekor sebelumnya seberat 139 kg.
Pada angkatan snatch ini, Rizky yang tak tertandingi oleh peserta lainnya itu, membuka angkatan pertama seberat 140 kg naik 1 kg dari angkatan rekor dunianya. Pada angkatan kedua, ia kembali menaikan angkatannya menjadi 145 kg dan berhasil. Namun, sayangnya di angkatan ketiga, Rizky Juniansyah yang mencoba menambah beban angkatannya seberat 150 kg itu mengalami kegagalan.
Rekor kedua dipecahkannya pada kategori clean and jerk. Dia berhasil mencatatkan angkatan 180 kg atau memecahkan rekor sebelumnya yang mencapai 168 kg pada kejuaraan sebelumnya. Rekor ketiga lifter kelahiran 17 Juni 2013 itu dicapainya dari total angkatan yang juga melampui dua kali rekor remaja yakni seberat 325 kg.
Atas prestasinya yang mengagumkan itu, Rizky Juniansyah mengatakan keberhasilan ini berkat jerih payahnya menjalani latihan keras selama ini. “Saya cukup puas dengan hasil ini. Tapi, saya tidak akan larut dalam kemenangan, karena saya juga belum puas dengan angkatan yang saya raih, terutama di angkatan clean and jerk, target saya harus tembus 185 kg,” ungkapnya.
Ketua PABSI Banten Muhamad Yasin bangga dengan prestasi yang diraih Rizki yang berhasil meraih medali emas dan memecahkan rekornya sendiri di kejuaraan ini. Keberhasilan Rizki tidak lepas dari latihan yang dijalani di pelatnas serta kemauan Rizki untuk terus berupaya berprestasi.
Baca Juga: Membangun Prestasi Olahraga melalui Budaya Evaluasi di Lingkungan KONI
“Kami bangga dengan prestasi ini. Kemampuan Rizki juga terus diasah dan selama menlajani pelatnas semakin bagus. Semoga Rizki bisa dinobatkan menjadi atlet terbaik di kejuaraan ini. Terimakasih atas dukungan KONI Banten, PPLP Banten dan semua yang mensuport kami,” tegasnya.
Ketua Umum KONI Banten Hj. Rumiah Kartoredjo juga tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas prestasi Rizki. Mantan Kapolda Banten itu mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai penghuni Pelatda Jangka Panjang KONI Banten tersebut.
“Selamat dan sukses patriot Rizki, maju terus untuk kejayaan Indonesia dan Banten. Jangan cepat puas, terus berlatih demi mencapai prestasi yang lebih baik,” tegas Rumiah.
Dengan raihan prestasi ini lanjut Rumiah, KONI Banten menyimpan harapan besar kepada Rizki untuk berprestasi di PON XX Papua tahun 2020. “KONI berharap apa yang diraih Rizki bisa dipertahankan di PON dan menyumbang medali emas buat Banten,” pungkasnya.
Rizki Juniansyah merupakan atlet Indonesia kedua yang meraih medali emas. Sebelumnya, Muhammad Faathir yang turun di kelas 61 kg berhasil meraih 2 emas dan 1 perak. Emas yang dipersembahkan Faathir didapat melalui kategori clean and jerk dan total angkatan. Pada kejuaraan yang untuk kali pertama dilangsungkan secara online itu, Faathir membukukan total angkatan 263 kg. Itu dengan rincian snatch 113 kg dan clean & jerk 150 kg.
Berada di kelas 61 kg remaja, Faathir dengan mulus melakukan angkatan snatch pertama seberat 112 kg. Begitu pun saat menaikkan beban menjadi 113 kg pada kesempatan kedua. Sayangnya, Faathir gagal melakukan angkatan saat beban ditingkatkan menjadi 122 kg pada percobaan terakhir.
Baca Juga: Perluas Perlindungan Pelaku Olahraga, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng KONI
Untuk angkatan clean and jerk, catatan terbaik Faathir diraih pada percobaan pertama dengan berat beban 150 kg. Ia harus puas dengan angka 150 kg setelah gagal mempertajam angkatan saat mencoba menaikkan beban menjadi 155 kg pada kesempatan kedua dan ketiga.
Meski meraih emas, namun Faathir gagal mendekati catatan rekor dunia remaja yang dia bukukan pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior Asia 2020 di Tashkent, Uzbekistan pada Februari lalu.
Pada Kejuaraan Asia, lifter berusia 16 tahun itu mendulang tiga emas. Sekaligus memecahkan rekor dunia remaja clean and jerk dari 153 kg menjadi 154 kg. Dia juga menajamkan rekor dunia total angkatan dari 272 kg menjadi 273 kg.
Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja 2020 diikuti sebanyak 425 atlet dari 62 negara. Para atlet bertanding sejak 11 November – 18 November 2020. Atlet yang dapat bertanding adalah yang berusia 15-17 tahun.
Saat ini, Indonesia berada di posisi kedua klasemen sementara dengan perolehan 5 emas dan 1 perak. Adapun di posisi pertama adalah tuan rumah Peru dengan 5 emas, 3 perak dan 3 perunggu.
Atas prestasi yang diraih atlet Indonesia, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengucapkan selamat. “Selamat atas prestasi membanggakan yang diraih Atlet Angkat Besi Indonesia, Muhammad Faathir dan Rizki Juniansyah”, katanya.
“Sukses untuk PB. PABSI yang tidak pernah berhenti membuat Indonesia Bangga atas Prestasi Dunia yg diraih oleh Para Lifter-nya”, tambahnya memberi apresiasi kepada induk organisasi yang membina cabor Angkat Besi.
Pelatih angkat besi Dirdja Wiharja memuji penampilan kontingen Indonesia. Ia juga menjelaskan kompetisi yang diikuti atlet penting untuk menambah jam terbang atlet-atlet. (gatot)
























