TIGARAKSA,SN—Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Tangerang tidak berhenti melakukan langkah antisipasi penyebaran Covid-19, pasca Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dari 191 yang di-rapid test dipastikan negatif.
Sekretaris Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Moch. Maesal Rasyid mengatakan, bahwa setelah acara haul, Satgas segera melakukan evaluasi dengan melakukan rapid test kepada masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Al-Istiqlaliah. Katanya, masyarakat sangat antusias dengan pemeriksaan ini. MEnurutnya, saat ini jumlah masyarakat yang sudah ditracking mencapai 191 orang dan semuanya negatif.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Sekrtaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, bahwa setelah Pemilihan Kepala Daerah serentak, akan kembali dilakukan tracking kepada masyarakat di sekitar Ponpes.
“Dipimpin Pak Bupati, langsung melakukan evaluasi. Diperintahkan kepada Satgas, dilakukan tracking dan rapid test di sekitar lokasi Ponpes, yang dipimpin langsung oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat. Alhamdulillah, hasilnya negatif sejauh ini,” jelasnya kepada Satelit News, Rabu (9/12).
Menurut pria yang akrab disapa Bang Rudi ini, pencegahan penyebaran virus corona dengan cara tracking oleh Satgas Kabupaten Tangerang, tidak hanya berkutat di dekat Ponpes Al-Istiqlaliah saja. Namun di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang pun dilakukan tracking.
“Selain tracking, kita juga selalu melakukan kegiatan gebrak masker, di lokasi-lokasi yang terlihat adanya kerumunan masyarakat. Bila ada masyarakat tidak mengenakan masker, diberikan sanksi push up sebanyak 20 kali,” tegasnya.
Kata Rudi, Kabupaten Tangerang tidak pernah lelah untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan mensosialisasikan 4 M (Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menghindari Kerumunan). Dia juga berharap masyarakat Kabupaten Tangerang bisa mematuhi protokol kesehatan.
“Diharapkan masyarakat selalu mentaati protokol kesehatan. Ini juga demi kebaikan kita semua,” harapnya.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmidzi menambahkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan tracking setiap ditemukannya kasus baru. Hal itu merupakan upaya memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Tangerang.
“Agar kita mengetahui, siapa yang OTG atau positif. Sehingga ketika segera diketahui, kan bisa langsung ditangani. Jangan biarkan dia menularkan kepada orang lain terlebih dahulu,” imbuhnya. (alfian/aditya)
























