SATELITNEWS, TANGERANG—Pengawasan terhadap paparan abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, masih dilakukan setelah operasional penerbangan kembali dibuka. Memasuki hari ketiga sejak bandara beroperasi kembali pada Selasa (8/9), pemeriksaan dengan metode paper test dilakukan secara berkala setiap empat jam.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memantau kemungkinan adanya paparan abu vulkanik di kawasan bandara sekaligus memastikan kondisi lingkungan penerbangan tetap aman. Frekuensi pemeriksaan pada Kamis (10/9) lebih jarang dibandingkan sehari sebelumnya yang dilakukan setiap dua jam.
Assistant Deputy Communication & Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan pemeriksaan paper test masih terus dilakukan secara berkala. Penyesuaian interval pemeriksaan dilakukan seiring perkembangan kondisi di sekitar bandara.
“(Paper test) masih dilakukan berkala. Kemarin tiap dua jam, hari ini tiap empat jam,” ujar Yudistiawan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (10/9).
Menurut dia, hasil pemeriksaan yang dilakukan hingga Kamis menunjukkan tidak adanya paparan abu vulkanik yang terdeteksi melalui pengujian tersebut. Dengan hasil itu, kegiatan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan dalam kondisi aman. “Iya, aman,” kata Yudistiawan.
Pengawasan terhadap abu vulkanik menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan penerbangan. Sebaran abu vulkanik dapat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin, sehingga pemantauan perlu dilakukan secara berkala meskipun operasional bandara telah kembali dibuka.
Baca Juga: APRINDO dan UBM Kembangkan Talenta Ritel, Siapkan Retail Talent Pipeline
Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta sempat menghentikan sementara operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026). Penghentian tersebut berkaitan dengan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi di sekitar wilayah bandara.
Selama masa penghentian operasional itu, pemeriksaan menggunakan paper test juga dilakukan secara berkala. Pengujian digunakan untuk membantu memantau kemungkinan adanya paparan abu vulkanik di kawasan bandara.
Setelah kondisi dinilai memungkinkan, operasional penerbangan kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026). Namun, pemantauan terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik tetap dilanjutkan.
Hingga Kamis, hasil pemeriksaan berkala tersebut masih menunjukkan hasil negatif. Karena itu, aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tetap berlangsung, sementara pengawasan terhadap kondisi abu vulkanik dilakukan secara rutin. (ari)
























