SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Sejumlah pengelola objek wisata di Kabupaten Lebak berharap Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) tidak kembali diperpanjang. Alasan, untuk memulihkan perekonomian jelang hadapi libur akhir tahun.
Sejak diberlakukannya PSBB baik tahap I sampai tahap III oleh Pemkab Lebak dampaknya cukup dirasakan oleh pelaku usaha, salah satunya pengelola wisata. Karena, selama kebijakan tersebut tempat wisata sepi dikunjungi pengunjung yang akhirnya berdamai pada menurunnya omset.
“Semoga saja PSBB tidak kembali diperpanjang, karena kondisi bagi kami sebagai pengelola semakin lama udah semakin sulit,” kata Mutakin, pengelola wisata Bukit Curahem Shorea Forest Gunungkencana, kemarin.
Pemberlakuan PSBB yang sudah berlangsung cukup lama sangat memukul sektor pariwisata. Tanpa mengenyampingkan persoalan Covid-19, Mutakin berharap, pemerintah daerah memperhatikan kondisi tersebut dan memiliki solusi tepat.
Meminta PSBB tak diperpanjang, pengelola wisata diharapkan menggunakan penerapan adaptasi kebiasaan baru yang tertutang dalam Perbup Nomor 28 / 2020 yang telah ditingkatkan menjadi perda.
“Harapan saya sih tidak lagi PSBB, objek wisata tetap dibuka dengan pendisiplinan protokol kesehatan. Kami pun siap dengan sarana dan prasarananya, apalagi wisata alam terbuka seperti Curaheum,” ujarnya.
Baca Juga: Puluhan Pelatih Puslatcab Tangerang Gemilang Dievaluasi
Ia mengaku, selama PSBB, pendapatan belasan hingga puluhan juta hilang. Meskipun tak beroperasi, pengelola tetap harus mengeluarkan uang untuk biaya lain seperti listrik, peralatan dan pemeliharaan di area wisata. “Intinya, saya pribadi dan mungkin pengelola wisata lainnya juga berharap PSBB tidak diperpanjang,” tandasnya.
Menanggapi harapan pengelola, Kepala Dinas Pariwisata Lebak Imam Rismahayadin mengatakan, ia belum bisa memberikan jawaban atas harapan pengelola. Sebab, kebijakan tersebut lahir di pimpinan yakni Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. “Kita tunggu saja kabarnya, apakah nanti setelah tanggal 19 Desember 2020 PSBB diperpanjang atau tidak,” kata singkatnya.(mulyana/made)

















