SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Jumlah Tindak Pidana (JTP) atau kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan konvesional di wilayah hukum Kabupaten Pandeglang, tahun ini mengalami peningkatan. Jika dibadingkan tahun 2019 lalu.
Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi mengungkapkan, pihaknya telah mencatat JTP Curanmor tahun 2020 ada sebanyak 144 kasus. Dibadingkan tahun 2019 lalu katanya, kasus Curanmor tahun ini mengalami peningkatan.
“Tahun 2019 lalu JTP itu hanya 112 kasus, sedangkan tahun ini ada sebanyak 144 kasus. Jadi tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan itu mungkin bisa saja disebabkan karena pandemi Covid-19,” kata AKBP Hamam, saat release akhir tahun 2020 di Aula Polres Pandeglang, Senin (28/12).
Dari JTP Curanmor sebanyak 144 kasus itu, pihaknya baru menyelesaikan sebanyak 36 kasus tindak pidana dengan jumlah tersangka sebanyak 47 orang. Kemudian untuk tahun 2019, dari JTP 112 kasus, yang berhasil diamankan sebanyak 45 tersangka dari 40 kasus.
Hamam menegaskan, bakal melakukan evaluasi guna menekankan agar kasus yang belum terungkap bisa segera terselesaikan.
“Ini menjadi catatan dari peningkatan kasus yang saat ini terjadi dan kasus yang sebelumnya belum terselesaikan, khusunya Curanmor,” pungkasnya.
Baca Juga: Dua Pelaku Curanmor di Parkiran Ditangkap Polsek Ciputat Timur
Waka Polres Pandeglang, Kompol Ricky menambahkan, begitu juga JTP konvesional tahun 2020 ini telah mengalami peningkatan dibadingkan dengan tahun 2019 lalu.
“Trend kejahatan konvesional 2020 telah meningkat sekitar 65,7 persen, dibadingkan tahun 2019 lalu. Kami mencatat tahun ini JTP konvesional ada 418 kasus, sedangkan tahun 2019 lalu hanya 339 kasus,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, dari JTP konvesional 2020 sebanyak 418 kasus sudah berhasil menyelesaikan sebanyak 275 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak 305 tersangka.
“Alhamdulilah, kasus yang ada berhasil kami tangani dengan baik. Ini berkat dukungan dari semua pihak, sehingga kami kepolisian Polres Pandeglang dapat berhasil mengungkap kasus tindak kejahatan di wilayah hukum Pandeglang,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























