SATELITNEWS.ID, CIPUTAT—Angka kematian kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan cukup tinggi. Dalam satu minggu terakhir, sebanyak 27 jenazah yang dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di tempat pemakaman umum (TPU) Jombang, Kecamatan Ciputat.
Kepala Seksi Pemakaman Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel, Nasmudin mengatakan, sejak 1 Januari sampai 6 Januari 2021 sudah ada 27 jenazah Covid-19 yang dimakamkan. Angka tersebut terbilang tinggi sejak adanya pandemi Covid-19 pada Maret lalu.
“Baru akhir Desember dan masuk Januari ini yang tertinggi. Kalau bulan Desember sebanyak 123 jenazah yang dimakamkan Covid-19. Sekarang baru satu minggu sudah 27 jenazah,” ungkapnya, kemarin.
Dia menuturkan, untuk pemakaman jenazah Covid-19, Pemkot Tangsel menyiapkan 2 hektare lahan di TPU Jombang. Sekarang ini, lanjut dia, keseluruhan yang sudah terpakai sudah 1 hektare.
“Itu satu hektare yang sudah terpakai termasuk fasum. Sisa 1 hektare untuk semua jenazah umum, tidak hanya Covid. Kalau untuk Covid-19, masih sekitar 1 ribu lebih jenazah covid,” jelasnya.
Dia menyampaikan, sejak Maret lalu total jenazah Covid-19 yang sudah dimakamkan di TPU Jombang sekitar 520 jenazah. Di 2021 ini, kata Nasmudin, pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk penambahan pemakaman Covid-19.
Baca Juga: Di Hadapan Menko PMK, Wali kota Arief Usulkan BTT Bisa Digunakan untuk Penanganan Kemiskinan Ekstrem
Kendati demikian, dia enggan mengungkapkan jumlah nominal pengajuan anggaran untuk pemakaman Covid-19. Yang jelas, kata dia, untuk tahap pertama tahun ini pihaknya sudah mengajukan untuk pemakaman 600 kasus.
“Kita kan pakai anggarannya, anggaran BTT ya jadi sudah mengajukan tapi masih proses pengajuan. Pengajuan itu melihat kasus dan mempredikisi. Melihat trennya kan sekarang masih tinggi, jadi kalau BTT ini tidak terbatas tahun tapi setiap kapan kita mengajukan. Enggak per tahun jadi berjalan aja mengikuti kebutuhan,” terangnya.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi adanya lonjakan pemakaman di TPU Jombang, para petugas khsusunya penggali kubur akan dibantu dengan alat berat. Selain itu, juga meningkatkan asupan gizi untuk mereka.
“Kalau kasusnya dalam satu hari lebih dari 8, kita maksimal 10 dalam sehari lebih dari itu kita enggak sanggup. Kewalahan untuk personel pengangkut. Sekarang hanya ada 9 personel angkutan dan sejauh ini masih bisa ditangani,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, angka kematian kasus Covid-19 di Kota Tangsel sudah mencapai 4,4 persen. Angka tersebut saat ini merupakan angka tertinggi untuk jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Provinsi Banten.
Dia menyampaikan, pihaknya telah mengevaluasi adanya lonjakan kasus yang terakhir dalam beberapa pekan ini. Dalam evaluasi tersebut, sambung dia, selama ini Satgas Covid-19 baik di tingkat kecamatan, kelurahan, RW dan RT masih kurang ada ketegasan.
Baca Juga: Polisi Buru Maling Onderdil Ekskavator di TPU Jombang
“Satgas memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi. Walaupun dia satgas di tingkat RT, sanksi sesuai dengan Perwal Nomor 13, dari mulai menegur, kemudian sampai melakukan surat peringatan. Satgas ditingkat RT juga memiliki kewenangan yang sama, ketegasan itu yang belum di tingkat bawah,” jelasnya.
Dalam menindaklanjuti hal tersebut, kata dia, sekarang ini Walikota Tangsel sudah menegaskan melalui camat dan lurah kepada para satgas-satgas yang ada di tingkat bawah untuk meningkatkan kinerjanya.
“Satgas yang dimaksud itu baik di tingkat kecamatan, kelurahan, RW dan RT untuk melaksanakan kewenangan yang dimiliki. Bu walikota,sudah meminta itu, kita lihat hasilnya dua minggu ini, semoga angkanya tidak naik gitu aja, termasuk angka kematian juga ya tidak naik,” tuturnya.
Hingga Kamis (7/1), warga Tangsel yang masih terpapar Covid-19 sebanyak 412 orang dan yang sudah sembuh 3.338 orang. Secara total, selama hampir setahun pandemi virus corona, ada 3.953 warga Tangsel yang terinfeksi virus ganas itu. Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Deden Deni, mengakui lonjakan kasus tersebut. “Ya seperti kita ketahui hari ini lagi tinggi,” ujar Deden.
Pihaknya tengah mengebut pengerjaan Rumah Sakit Umum (RSU) Serpong Utara, di Kelurahan Pakulonan. Hal itu demi memenuhi kebutuhan ruang perawatan pasien Covid-19.
“Nah ini masih dalam tahap penyelesaian, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat dioperasionalkan, untuk memenuhi hari ini lonjakan kasus yang luar biasa,” ujarnya. (irm/bnn/gatot)


















