SATELITNEWS.ID, TELUKNAGA—Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 menimbulkan kedukaan bagi warga komplek Garuda, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang. Grislend Gloria Natalies (28), salah satu pramugari pesawat yang jatuh di Kepulauan Seribu itu merupakan warga komplek Garuda.
Pihak keluarga Natalies saat ini sedang mengurus berbagai administrasi. Orangtua Natalies juga sudah melakukan tes DNA sebagai bagian dari upaya identifikasi korban.
“Saat ini kita masih urus-urus administrasi, tes DNA dan lainnya. Kita semua sedang terkuras tenaga dan pikirannya,”kata Florida, bibi Natalies, Selasa (12/1).
Florida menjelaskan pihak keluarga sangat kaget ketika mendapatkan kabar buruk tersebut. Bahkan, kedua orang tua Natalie saat ini jatuh sakit.
“Kami bolak balik sudah dua hari ke Bandara Soekarno-Hatta untuk ngurusin itu. Sampai jatuh sakit orangtua nya Natalies, karena kelalahan dan kaget kali ya,” ujar Florida.
Florida berharap, jika sang keponakan bisa ditemukan dengan keadaan selamat atas keajaiban Tuhan. Katanya, walaupun sangat tipis tingkat keselamatannya, namun tidak ada yang tidak mungkin jika ditakdirkan untuk masih hidup.
Baca Juga: FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Berisi 18 Penerbangan
“Tapi kalau memang tidak, yang penting jasadnya ditemukan dan segera dimakamkan,”lirihnya.
Menurut Florida, keponakannya itu merupakan anak yang sangat baik. Natalies anak pertama dari dua bersaudara. Kata Florida, Natalies ini baru satu tahun menjadi pramugari Sriwijaya.
“Dia anak yang terbilang baik, dan penurut, mau membantu orang tuanya. Di Sriwijaya baru satu tahun menjadi pramugari, ” tambahnya.
Sebelum di Sriwijaya, keponakannya pernah menjadi pramugari Lion Air, namun sempat berhenti dan beralih profesi menjadi pekerja kantoran dengan modal sekolah di bidang Teknik Informatika. Tetapi, mungkin karena kurang menyukai pekerjaan di kantor, dia berhenti dan melamar sebagai pramugari di maskapai Sriwijaya.
“Cuma nggak lama kerja di kantoran karena merasa bukan dunianya. Pada tahun 2019 melamar di NAM Air group (Sriwijaya Air-red) , akhirnya diterima dan menjadi pramugari Sriwijaya, ” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena menyatakan pihaknya siap menanggung kebutuhan keluarga korban selama proses indentifikasi berlangsung. Menurutnya semua hak-hak penumpang menjadi tanggung jawab Sriwijaya Air.
Baca Juga: Tim DVI Identifikasi 29 Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
“Sriwijaya Air sejak hari pertama selalu siap berupaya terbaik memberikan pelayanan dan informasi yang dibutuhkan keluarga penumpang SJ-182. Sriwijaya Air juga menjamin untuk memberikan pendampingan yang terbaik dan menjamin memenuhi hak-hak para keluarga penumpang,” ujar Jefferson Jauwena, Selasa saat menjumpai keluarga korban di Kantor Pusat Angkasa Pura II, di Auditorium Gedung 600 BSH, Tangerang, Selasa (12/1).
Pada kesempatan berbeda, Kementerian Perhubungan memastikan Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan dalam kondisi laik udara sebelum terbang. Pesawat jenis B737-500 tersebut telah memiliki Certificate of Airworthiness (Sertifikat Kelaikudaraan) yang diterbitkan oleh Kemenhub dengan masa berlaku sampai dengan tanggal 17 Desember 2021.
“Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan pengawasan rutin sesuai dengan program pengawasan dalam rangka perpanjangan sertifikat pengoperasian pesawat AOC Sriwijaya Air pada bulan November 2020. Hasilnya, Sriwijaya Air telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan,” jelas Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.
Dan selain telah memperpanjang sertifikat izin AOC dari regulator, Sriwijaya Air juga telah melengkapi sertifikasi aspek keamanan dan keselamatan ini dengan adanya audit independen dari BARS (Basic Aviation Risk Standard).
“Sejak bulan Maret 2020, kami di Sriwijaya Air telah menjalani audit keamanan dan keselamatan yang diselenggarakan oleh BARS yang independen serta berlaku secara internasional. BARS melakukan audit terhadap beberapa hal seperti keselamatan dan quality system management, manual operasi, lisensi dan data pelatihan awak penerbangan serta pengawasan terhadap pesawat dan suku cadang,” terang Jefferson. (alfian/irfan/gatot)
























