SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, meminta para petani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Hal itu dikarenakan, bahan baku untuk membuat pupuk tersebut saat ini semakin terbatas.
Kepala Distan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatakan, untuk mendorong para petani agar bertransformasi penggunaan pupuk kimia ke arah non pupuk kimia, Kementerian Pertanian tahun ini memberikan bantuan pupuk organik cair untuk 15 ribu hektar.
“Jadi petani harus mulai mengkombinasikan ini. Jadi pupuk kimia dalam jumlah sedikit tapi dengan pupuk organik, intinya harus transformasi ke arah non pupuk kimia,” kata Zaldi, Senin (18/1).
Seperti pupuk urea tambahnya, bahan dasarnya adalah gas alam. Sementara cadangan gas alam sudah mulai terbatas, sehingga dalam jangka panjang tidak mungkin tergantung terus pada pupuk kimia. “Ini memang keberhasilan penyuluhan tahun 70an, petani beralih ke pupuk kimia itu. Sehingga ketergantungannya sampai sekarang tinggi, nah sekarang ketika keuangan pemerintah semakin sulit, apalagi diera pandemi, subsidi berkurang. Kemudian bahan baku semakin terbatas, jadi memang mau tidak mau kita mengedukasi petani kita agar tidak menggunakan pupuk kimia, atau minimal kombin antara pupuk kimia dan pupuk organik,” terangnya.
Zaldi menambahkan, pada tahun ini pupuk kimia hampir semua jenis mengalami kenaikan. Diantaranya pupuk urea, dari sebelumnya Rp1.800 per kilogram sekarang sudah diatas Rp2000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi, karena adanya pengurangan subsidi.
“Subsidi pupuk dari pemerintah selama ini kan Rp 33 Triliun per tahun. Nah dengan adanya pengurangan itu, otomatis dibebankan jadi biaya buat petani. Karena Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya, sesuai dengan Inpres harga 50 kilogram itu dikios, jadi kalau sampai di tempat petani bisa tidak sesuai HET lagi, sebab ada ongkos angkut lagi,” tambahnya.
Baca Juga: Distan Kabupaten Serang Klaim Produksi Padi Surplus
Sementara, terkait alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2021 ini antara lain, untuk pupuk urea sebanyak 18.365 ton, Sp-36 278 ton, ZA 83 ton, NPK 4,726 ton, Organik 2,674 ton dan organik 6.686 liter. (sidik/mardiana)
























