SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Geopark Ujung Kulon yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang agar ditetapkan menajdi Georpark Nasional pada tahun 2020 lalu, mendapat respon positif.
Dukungan pengembangan kawasan Geoprak Ujung Kulon bermunculan yakni dari Gubernur Banten melalui surat nomor: 596/164-DESDM/2020. Bahkan telah direkomendasikan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, atas nama Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) agar Geopark Ujung Kulon jadi Geopark Nasional.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita membenarkan usulannya itu saat ini sudah mendapatkan rekomendasi dari Kemenko Marves RI. Surat rekomendasi itu katanya, keluar dan diterima oleh pihaknya pada 18 Januari 2021 lalu.
“Alhamdulillah, kami telah mendapatkan kabar baik soal usulan Geopark Ujung Kulon agar menjadi Geopark Nasional, telah direkomendasikan oleh Kemenkomarves RI atas nama KNGI ke Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Suber Daya Mineral (Kementrian ESDM),” ungkap Irna saat dihubungi via WhatsAap (WA), Minggu (24/1).
Maka dari itulah, Irna meminta doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pandeglang, agar Geopark Ujung Kulon itu dapat ditetapkan oleh Kementerian ESDM sebagai Geopark Nasional.
“Ibu (Irna menyebut dirinya) mohon doanya kepada semua pihak, khususnya masyarakat Pandeglang, supaya pada HUT Pandeglang ke 147 pada 1 April mendapat kado berharga dan terindah (Geopark Ujung Kulon Ditetapkan jadi tingkat Nasional) dari Kementerian ESDM,” harapnya.
Baca Juga: Gelar Pelantikan dan Rakerwil, Irna: PAN Solid Menuju 3 Besar di Banten
Menurut Irna, dengan ditetapkannya menjadi Geopark Nasional, bakal menumbuhkan perekonomian baru dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Pandeglang melalui konservasi alam tersebut.
“Kabupaten Pandeglang memiliki banyak warisan bumi yang belum diketahui oleh banyak masyarakat, karena pemanfaatan dan publikasinya yang belum maksimal. Maka dari itu, jika jadi Geopark Nasional dapat mensejahterakan rakyat. Semoga Allah SWT meridhoi usaha dan upaya kita, untuk mensejahterakan masyarakat melalui konservasi alam,” tandas wanita berkerudung ini.
Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warosono Arban menambahkan, Ujung Kulon telah dikenal sebagai World Heritage yang merupakan habitat alam terakhir dari Badak Jawa bercula satu. Ujung Kulon juga kata dia, memiliki banyak potensi tersembunyi terutama di warisan geologi.
“Salah satunya adalah sisa endapan dari tsunami dahsyat akibat meletusnya gunung Krakatau pada tahun 1883. Selain itu, keanekaragaman struktur geologi berkelas dunia di Geopark Ujung Kulon berpotensi sebagai destinasi penelitian, edukasi, dan geo-tourism yang perlu dilestarikan,” jelasnya.
Apalagi saat ini kata dia, didukung oleh pengalaman konservasi Taman Nasional Unjung Kulon (TNUK) dan keputusan Pemerintah Pusat, menjadikan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Geopark Ujung Kulon sebagai identitas dari pengelolaan Geopark untuk kunjungan edukasi konservasi. Saat ini, diawali dengan 8 kecamatan sebagai deliniasi kawasannya yakni, Kecamatan Carita, Labuan, Pagelaran, Sukaresmi, Panimbang, Cigeulis, Cimanggu dan Sumur,” tandasnya. (nipal/aditya)
Baca Juga: Irna Tegaskan Dirinya Siap Terus Berkontribusi Untuk Perkembangan Pandeglang
























