SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, mengimbau masyarakat Kabupaten Lebak agar meningkatkan kewaspadaan, menyusul prediksi puncak musim penghujan akan terjadi pada Januari-Februari 2021. Terlebih cuaca ekstrem di Lebak lebih sering berdampak bencana alam.
“Cuaca ekstrem yang melanda Lebak, kerap menimbulkan bencana. Oleh karenanya, saya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, kemarin.
Kabupaten Lebak bersiaga menghadapi bencana alam yang berpotensi terjadi menyusul potensi cuaca ekstrem seiring dengan BMKG memprediksi puncak musim penghujan akan terjadi pada Januari-Februari 2021. Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hujan lebat disertai kilat dan gelombang tinggi.
“Dari tanggal 18 Januari hingga 20 Maret 2021, kami siaga darurat bencana alam karena potensi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor dan juga termasuk gempa bumi,” ujar Febby.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lebak rawan terjadi di 22 kecamatan. Pada tahun 2020, Lebak dua kali dilanda banjir besar dan tanah longsor di awal dan akhir tahun.
“Dengan status siaga darurat bencana maka sistem operasi sudah dijalankan, rencana kontinjensi bencana. Siapa melakukan apa, personel, peralatan dan pendanaan seluruhnya sudah stand by,” terang Febby. Artinya ditegaskan Febby, dalam status siaga darurat selama 60 hari, seluruh personel yang terlibat dalam posisi siaga menghadapi potensi bencana.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. “Tidak perlu panik, tetapi waspada harus ditingkatkan serta selalu siap siaga menghadapi potensi terjadinya bencana,” imbuhnya.
Wakil Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, Acep Dimyati menyambut baik imbauan BPBD Lebak, untuk mengantisipasi dampak bencana. “Masyarakat harus bisa meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi bencana tersebut,” uja Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Lebak, menurut Acep, kerap dilanda bencana ketika cuaca ekstrim itu terjadi. Maka hal yang penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Jika kita sudah meningkatkan kewaspadaan, kita harap bisa meminimalisir korban jiwa,” tandasnya. (mulyana/made)
























