SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Setelah sempat mogok lantaran harga daging sapi tinggi, para pedagang kembali berjualan. Namun, mereka kini terpaksa menjual barang olahannya dengan harga yang tinggi pula.
Seperti yang dialami oleh pedagang daging sapi di Pasar Anyar, Abdul Soleh. Pria 43 tahun ini harus menjual daging dengan harga Rp 130 ribu/ Kilogramnya. Hal ini dia lakukan untuk menutupi harga beli daging sapi dari peternak serta operasionalnya. “Mau bagimana lagi. Kita sudah protes sampai mogok tiga hari tapi nggak ada hasilnya. Harga daging tetap tidak turun,” ujarnya kepada Satelit News, Senin (25/01).
Abdul mulai berjualan pada Sabtu, (21/01) lalu. Diketahui, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) mengeluarkan Surat Edaran No 08/A/DPD-APDI/I/2021 yang mengimbau agar pedagang daging, rumah pemotongan hewan, atau suplier daging untuk menutup usahanya mulai Selasa (19/01) hingga Kamis (21/01).
“Abis tutup tiga hari, saya buka lagi tanggal 23. Pedagang daging selain saya juga mulai membuka toko masing-masing sejak Sabtu (23/01) kemarin di pasar sini,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh pedagang daging sapi di Pasar Anyar lainnya, Ahmad Abdilah. Lantaran harga daging sapi yang dijual terlalu mahal ini berimbas pada daya beli konsumen yang kian menurun.
“Memang ada yang jual Rp 120 sampai Rp 130 ribu. Saya jual Rp 130 ribu per Kilonya. Pembeli tambah sepi. Ini kami juga bingung kenapa ini bisa sampai mahal. Kan sebelum tahun baru juga ini (harga sapi mahal),” ungkapnya.
Baca Juga: Pastikan Harga, Tim Disperindag Banten Geruduk Pasar Anyar
Pasca mogok serentak para penjual daging di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) beberapa hari lalu, penjual daging di Kota Tangerang kini kembali beroperasi.
Kepala Bidang Perdagangan untuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Tangerang, Eni Nuraeni mengatakan, meski saat ini belum semuanya berdagang, namun terlihat sejumlah pedagang daging di pasar tradisional khususnya di Kota Tangerang kembali berjualan. Bahkan para pembeli pun sudah terlihat berbelanja daging. “Meski belum semuanya berjualan, kita bersyukur masih ada semangat dan asa para pedagang untuk kembali berjualan,” jelas Eni.
Eni berharap kondisi dapat berangsur membaik dan kembali seperti semula. Tentunya, sambung Eni, Pemkot Tangerang melalui Disperindagkop UKM akan senantiasa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memberikan solusi terbaik agar para pedagang daging tak merugi dan dapat berjualan seperti biasa dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. (irfan/made)
























