SATELITNEWS.ID, SETU–Bisnis daring kini menjadi pilihan tepat bagi pemula yang hendak berwirausaha. Abdul Rojak, telah membuktikannya. Pengusaha berusia 31 asal Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan itu meraup untung besar melalui usaha online-nya. Bagaimana kisahnya?
Pria kelahiran Tangerang, 31 Oktober 1989 itu awalnya berjualan sepeda secara daring di tahun 2016. Dia berdagang sepeda untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebelumnya, ia memutar otak mencari ide agar bisa mencari penghasilan tambahan.
Maklum, saat itu dia masih bekerja sebagai pegawai honorer di Kantor Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Rojak bekerja sebagai honorer sejak tahun 2009. Upah awalnya sebesar 50 ribu rupiah.
Rojak mengaku terinspirasi dari “Sepeda Jokowi”. Saat itu sekitar tahun 2015 dan 2016, Presiden Jokowi sering membagikan sepeda sebagai hadiah. Dari situlah ia mendapat ide untuk berjualan sepeda secara online.
Di tengah perjalanan, usahanya dalam berjualan sepeda menemukan kendala, yaitu permintaan atau order sepeda menurun. Alumni Magister Ilmu Komputer Universitas Budi Luhur ini kemudian beralih ke berjualan kaos.
Di samping kaos, ia juga mencoba berjualan berbagai macam barang. Di antaranya sepatu, bantal, dan kosmetik. Ia mengakui semua itu laku terjual.
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas
Awalnya ia berjualan hanya di OLX untuk jualan sepeda. Setelah itu ia merambah ke marketplace lainnya seperti Lazada, Tokopedia, dan Shopee.
Per harinya, ia menyebutkan, kurang lebih ia mendapat pesanan sebanyak 2.000 barang atau item. Itu hanya satu toko, satu akun. Belum lagi akun lainnya yang ia kelola juga mencapai penjualan ratusan hingga ribuan item per hari.
Untuk memenuhi pelayanan pesanan online tersebut, Rojak merekrut beberapa karyawan. Sekarang ia dibantu 25 orang karyawan untuk mengurus pengemasan dan pengiriman. Rojak yang kini telah menuai kesuksesan dari bisnis online sudah keluar dari pekerjaannya sebagai honorer sejak tahun 2018 lalu.
Perihal pandemi Covid-19, Rojak mengatakan bisnisnya tidak terganggu. Bahkan cenderung meningkat.
“Waktu Covid-19 masuk Indonesia, ada yang terinfeksi katanya. Sekitar Maret-April 2020 itu memang ada pengurangan. Pesanan berkurang. Tapi sehabis itu normal lagi, lancar lagi,” ucap Rojak di rumahnya,Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, kemarin.
Setelah melewati banyak kegagalan dari uji coba jualan online berbagai barang, Rojak mengaku puas dengan hasil yang ia capai saat ini. Namun ia terus mencoba inovasi dan hal baru yang perlu dipelajari untuk mengembangkan bisnisnya.
Baca Juga: Presiden Sebut Bank Emas Bakal Diresmikan 26 Februari
Dengan keinginan berbagi ilmu dan pengalaman berbisnis, pada November 2020 lalu, Rojak membuka kelas bisnis. Kelas bisnis batch 1 itu dibuka dengan kuota 30 orang. Tapi karena yang mendaftar lebih dari 50 orang, ia berencana membuka kelas berikutnya pada Februari 2021.
“Kelas bisnis batch 2 kita buka di Februari. Tapi itu sudah penuh. Untuk yang belum kebagian kuota kelas bisa ikut batch 3 di Maret,” papar Rojak di kediamannya Rojak menyampaikan pesan kepada calon pebisnis online maupun yang sudah berbisnis namun mengalami kendala agar tetap optimis dan berani berinonasi.
“Mulai bisnis itu lebih baik si bodoh yang memulai daripada si pintar yang menganalisa terlalu dalam,” pungkasnya.
“Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah anugerah dan hari esok adalah masa depan. Anak muda harus mencoba melakukan banyak kegagalan karna di hari esok hasil kegagalannya yang akan menjadikan pondasi kekuatannya,”tutup Rojak. (ahmad naufal /gatot)
























