SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Personel TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Picung gotong royong membersihkan puing-puing reruntuhan Gedung Perpustakaan dan Laboratorium SMAN 12 Pandeglang, yang ambruk beberapa waktu lalu.
Kapolsek Picung, IPTU Edi Abas Zunaedi mengatakan, pihaknya bersama TNI dan Muspika Kecamatan Picung berinisiatif membantu pihak SMAN 12 Pandeglang membersihkan puing-puing reruntuhan di gedung sekolah tersebut.
“Ini inisiatif kami sebagai Muspika Kecamatan Picung, karena kejadian ini ada di wilayah hukum kami. Ditambah, kan anak-anak sekolah belajarnya secara daring, jadi di sekolah sepi, sehingga tak ada yang bantuin membereskan reruntuhan itu,” kata IPTU Edi, Minggu (31/1).
Sebagai pelayan masyarakat menurut Edi, sudah sepatutnya bahu membahu memberikan bantuan sekalipun itu hanya sebatas tenaga. “Kerja bakti dengan TNI dan para warga ini juga merupakan bentuk pengabdian kami sebagai pelayan masyarakat. Kami bantu proses evakuasi bangunan sekolah hingga tuntas,” ujarnya.
Edi juga memastikan, dalam musibah itu tak ada korban jiwa, karena kejadiannya pada malam hari. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami juga sudah memastikannya kepada semua pihak sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Picung, Ahmad Fithoni mengaku sangat apresiasi langkah pihak TNI-Polri, yang sudah bahu membahu bersama masyarakat dan pihak sekolah dalam membersihkan puing reruntuhan gedung sekolah tersebut.
Baca Juga: Warga Karang Tanjung Pandeglang Gotong Rotong Perbaiki Rumah di Hari Kemerdekaan
“Tak diragukan lagi kalau TNI-Polri sudah turun tangan. Karena jiwa gotong royongnya sangat tinggi. Kami pihak kecamatan mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, atap Perpustakaan dan Laboratorium Radiologi di SMAN 12 Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Picung, ambruk, Selasa (26/1) malam, sekitar pukul 23.53 WIB. Penyebabnya diduga akibat konstruksi bangunan yang tidak berkualitas, ditambah hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama dua hari.
Wakil Seksi Sarana Prasarana (Sarpas) SMAN 12 Pandeglang, Encup Suprayogi mengungkapkan, bukan ruang belajar mengajar atau ruang kelas yang atapnya ambruk. Namun ruang perpustakaan dan laboratorium radiologi.
“Ambruknya itu sekitar pukul 23.53 WIB, diakibatkan hujan dan angin kecang berturut-turut selama 2 hari. Bukan ruang belajar mengajar ya, namun yang ambruk itu ada 2 ruangan terdiri ruang perpustakaan dan laboratorium radiologi,” kata Encup Suprayogi, Rabu (27/1). (nipal/aditya)
























