SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Walikota Tangerang Arief Wismansyah masih belum mau membuka pintu untuk ikut berlaga pada perhelatan pemilihan gubernur (pilgub) Banten mendatang. Meski namanya masuk nominasi dalam daftar tujuh kader Partai Demokrat yang akan diusung, namun walikota Tangerang dua periode itu mengaku tidak tertarik.
“Ya saya mah gak terlalu tertarik (nyalon di pilgub). Saya mikirin Kota Tangerang aja,” kata Arief Wismansyah saat dihubungi Satelit News, Rabu (3/3).
Arief mengaku tidak memiliki rencana “naik kelas” memimpin Provinsi Banten. Hal ini karena diakuinya, Kota Tangerang yang kini dia pimpin masih butuh banyak perbaikan. “Tertarik aja kagak. Pokokya kita lagi mikirin Kota Tangerang, masih banyak yang harus kita kerjakan,” ujarnya.
Walikota yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika ini mengaku lebih memilih menjadi manusia yang bermanfaat. Menurut dia, menjadi manusia yang bermanfaat tak harus menjadi kepala daerah. “Saya istilahnya mengalir aja lah, yang penting dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Terus bagaimana hidup ini bermanfaat dan maslahat,” terangnya.
“Kan saya awalnya bukan orang politik tiba-tiba harus kiprah di pemerintahan. Dan sekarang sudah berkiprah, tinggal bagaimana kita berupaya menjadi pribadi terbaik. Artinya, semua kita upayakan semaksimal mungkin. Ngurusin banjir, jalan rusak, segala kebutuhan pelayanan masyakarat, itu saja yang kita kerjain,” sambungnya.
Arief menegaskan dirinya bukanlah tipe orang yang ingin mengejar jabatan atau kedudukan. Termasuk keinginan menjadi gubernur Banten yang kini masih belum terpikirkannya. “Saya gak pengen ngejar-ngejar jabatan,” tegasnya.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
Meski demikian, Arief tetap akan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, karena dinamika dalam politik tidak ada yang tahu. “Ya kan gak tau, ya keinginan. Saya jujur gak kepengen jadi gubernur. Saya pengen jadi orang manfaat maslahat saja gitu,” tuturnya.
Arief bahkan memuji kader-kader Partai Demokrat di Banten yang menurut dia lebih baik dari dirinya. Seperti Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. “Kan ada Pak Gubernur (Wahidin Halim), dia kan kader Demokrat yang bagus juga. Jadi maksud saya, Partai Demokrat gak kekurangan kader,” katanya.
Terkait dirinya yang berpotensi diusungkan Demokrat Banten untuk maju di Pilgub mendatang, Arief mengaku hingga kini belum ada komunikasi. “Belum ada. Makannya saya gak terlalu, itu tadi di Banten kan Demokrat punya kader luar biasa,” imbuhnya.
Diketahui, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Banten telah merilis 7 nama kader yang akan dipersiapkan diusung pada pilgub mendatang. Selain Walikota Tangerang Arief Wismansyah, ada juga incumbent Wahidin Halim, Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya, Anggota DPR RI Nur Aini dan Zulfikar. Kemudian tokoh Banten Aeng Haerudin dan Wasekjen DPP Demokrat Siti Nur Azizah Ma’ruf. Ketujuh nama itu muncul setelah Bappilu DPP Demokrat melakukan survei ke masyarakat.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai DPD Demokrat Banten M Nawa Said Dimyati mengatakan, diusungnya Arief setelah pihaknya melakukan survei ke masyarakat. “Arief ini kan memang punya tugas untuk memenangkan pemilu. Itu termasuk yang disebut radar DPP Bappilu Demokrat Banten,” ujarnya.
Menurut Said, Arief memiliki elektoral yang cukup baik. Kemudian, hasil survei yang dilakukan Bappilu DPP Demokrat Banten kepada masyarakat pun hasilnya baik. “Dia kader partai dan dia punya kapasitas dan kapabilitas dan peluang untuk menang. Penilaian itu selain didasarkan pada kapasitas dan kapabilitas, juga dinilai dari survei dan loyalitas terhadap partai,” katanya.
Baca Juga: Soal Pendidikan Gratis, Arief Wismansyah Sebut Political Will Adalah Kunci
Said yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banten ini mengatakan, dari hasil survei, respon masyakarat Banten mendapati 7 nama terbaik. Namun demikian ini baru hanya survei saja, pihaknya, tetap akan melakukan penjaringan. “Kader internal partai juga berpeluang untuk jadi calon gubernur, makannya nanti akan ada tahapan penjaringan calon gubernur lewat pendaftaran resmi yang kita buka untuk kader maupun lewat pendekatan lain,” pungkasnya. (irfan/dm)
























