SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Imah (rumah) Batik Lebak, di Jalan Abdi Negara, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengkhawatirkan. Pusat pengrajin batik Lebak, yang di resmikan tahun 2019 lalu itu kini terancam gulung tikar, lantaran terus merosotnya pendapatan selama pandemi Covid-19.
Pengelola perajin Batik Lebak, Muhamad Yusuf mengatakan, sudah beberapa bulan terakhir ini pendapatan (pemasukan) di Imah Batik Lebak menurun. Hal tersebut katanya, karena semakin berkurangnya peminat. “Omsetnya selalu menurun dan terus menurun, hingga saat ini,” aku Yusuf, Senin (8/3).
Katanya, sejak pandemic Covid-19 berkelanjutan hingga saat ini, sangat dirasakan dampaknya. Hal itu terlihat, semakin berkurangnya peminat baik dalam Kota Lebak maupun dari luar lebak. Yang sebelumnya (sebelum pandemi), kerap dikunjungi peminat (konsumen).
“Omset biasanya (sebelum pandemi,red), mencapai Rp 40 sampai Rp 50 juta. Tapi dimasa pandemi ini, ingin mencapai Rp 10 juta saja susah,” tambahnya.
Menurutnya, mengandalkan pesanan-pun sudah susah. Apalagi kalau ritel, sudah tidak ada. Bahkan awal bulan ini (Maret) saja, belum ada order sama sekali. “Sebelum pandemi, atau masih baru-baru pandemi, masih normal. Tapi sekarang, dampaknya terasa banget,” keluhnya lagi.
Diinformasikan, Imah Batik Lebak diresmikan tahun 2019 oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. Keberadaannya, diharapkan bisa mendongkrak perekonomian pembuatan (perajin) batik khas Lebak, yang memiliki 10 jenis motif. Bahkan, Imah Batik yang lokasinya tidak jauh dari kantor Pemkab Lebak tersebut, sudah memiliki 8 orang karyawan.
Baca Juga: Sinopsis Film Distant, Penyelamatan Berbahaya di sebuah Planet Asing
“Total ada 10 orang, tapi dua orang terpaksa dirumahkan. Karena tadi itu, berkurangnya pemasukan,” pungkasnya.
Ia berharap, kondisi seperti ini (Covid-19) bisa segera berakhir. Sebab bagaimana-pun, akibat Covid-19 sangat membunuh pertumbuhan perekonomian para perajin, khususnya di Lebak. “Semoga saja cepat berakhir. Kalau begini terus, bisa-bisa gulung tikar kita,” imbuhnya.
Ditambahkannya, ia juga berharap campur tangan Pemkab Lebak, untuk lebih aktif dan giat lagi membantu pemasaran Batik Lebak. Atau intansi terkait, yang mengarahkan para wisatawan (pengunjung), untuk mau mengunjungi Imah Batik tersebut. (mulyana/mardiana)























