SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Memasuki bulan suci Ramadan pada medio April mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan berbagai persiapan. Terutama dalam menegakkan protokol kesehatan dalam aktivitas selama Ramadan di tengah pandemi Covid-19.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan dirinya telah menginstruksikan kepada pemerintah di wilayah untuk segera membentuk satgas rumah ibadah. Terutama masjid dan musala untuk melakukan pengawasan terkait protokol kesehatan.
“Kita sudah melakukan komunikasi dengan MUI dan DMI terus kemarin sudah kita siapkan dengan lurah sedang dikomunikasikan dengan 3 pilar di wilayah. Saya minta bentuk satgas untuk melakukan pengetatan dalam mempersiapkan protokol kesehatan,” ujarnya di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin, (29/03).
Satgas Covid-19 dirumah ibadah kata Arief bertugas untuk memantau kegiatan salat selama Ramadan. Terutama saat pelaksanaan salat tarawih. Saat ini Pemkot Tangerang tengah menyiapkan Petunjuk dan pelaksanaan teknisnya (juklak/juknis).
“Mudah-mudahan masjid dan musala tidak jadi kluster baru dan masyarakat bisa khusyuk dan tenang dalam melaksanakan ibadah selama di bulan Ramadan kan kita lagi persiapkan nih juklak- juknisnya,” kata Arief.
Menurut Arief, dalam pelaksanaan salat tarawih pihaknya mengimbau kepada masyakarat agar lebih baik di rumah saja. Namun, bukan berarti tidak diperbolehkan melaksanakan di masjid atau musala.
Baca Juga: Produksi Dodol Betawi di Serpong Meningkat Tajam Jelang Idul Fitri
“Selain di masjid mereka bisa salat di rumah dengan keluarga artinya tetap prokes dijaga tetap menggunakan masker menjaga jarak dan menghindari kerumunan jangan sampai niat kita beribadah malah terpapar Covid-19 jadi tidak bisa taraweh dan puasa karena harus dilakukan terapi,” jelas Arief.
Terkait Sahur On The Road (SOTR) dan buka bersama (bukber), Pemkot Tangerang berencana melarang kegiatan tersebut. Lantaran berpotensi menimbulkan kerumunan yang menyebabkan Covid-19.
“Kemungkinan kemaren kita wacanakan untuk dilarang. Bahkan untuk ibadah salat terawih pun kita anjurkan di rumah. Jadi makannya saya berharap sekali disipilin dalam melaksanakan protokol kesehatan,” katanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Ghozali Barmawi mengatakan mengapresiasi langkah Pemkot Tangerang dalam menegakkan protokol kesehatan di bulan suci Ramadan. Tentunya, instruksi tersebut akan dijalankan.
“Tentunya ini sangat baik untuk kemaslahatan umat. Jangan sampai ketika kita menjalan ibadah kita malah kena Covid-19. Satgas Covid-19 rumah dalam waktu dekat ini akan dibentuk,” katanya.
Saat Ramadan mendatang kata Ghozali tidak ada musala atau masjid yang akan ditutup. Rumah ibadah tersebut tetap akan dibuka namun dengan protokol kesehatan yang ketat. “Tidak ada yang ditutup. Yang mau ibadah silakan tapi jaga protokol kesehatan. Tapi tetap dianjurkan untuk solat dirumah. Karena untuk kebaikan bersama,” katanya. (irfan/made)
Baca Juga: Ramadan, Perumdam Kalimaya Lebak Santuni Anak Yatim Piatu


















