SATELITNEWS.COM, SERANG—Sebanyak 16.165 orang guru dan tenaga kependidikan di SMK/SMA/SKh swasta mendapatkan insentif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten pada tahun 2021. Masing-masing orang akan mendapatkan uang sebesar 500 ribu per bulan.
Penyaluran insentif bagi guru swasta dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Banten Wahidin Halim kepada delapan penerima yang mewakili setiap kabupaten kota, Rabu (7/4). Dalam kesempatan itu, Wahidin Halim menegaskan, sektor pendidikan menjadi prioritas dalam pembangunan Provinsi Banten. Pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Banten.
“Saya percaya dan meyakini, bahwa suatu negara yang dikatakan maju, yaitu negara yang memberikan perhatian kepada guru, kepada pendidikan. Karena itulah pendidikan menjadi prioritas bagi saya, bagi Provinsi Banten,” tegas Gubernur dalam kegiatan Penyaluran Insentif Guru Swasta di Ruang Rapat Rumah Dinas Gubernur Banten, Kota Serang Rabu (7/4).
Dikatakan, pembangunan sektor pendidikan perlu dukungan penuh pada semua elemen. Baik dari sisi infrastruktur, guru, wali murid, murid, maupun manajemen sekolah untuk bersinergi dalam menyelesaikan seluruh permasalahan pendidikan di Provinsi Banten.
“Dari hati kecil saya memang punya niat, ketika saya terpilih menjadi Gubernur adalah bagaimana caranya mensejahterakan guru. Berangkat dari pengalaman, saya paham betul perjalanan hidup seorang guru. Saya merasakan betul kesulitan guru dalam menata ekonomi dan kehidupannya,” ungkap Gubernur.
Ditambahkan, guru merupakan pahlawan yang kesejahteraannya harus dijamin, terlepas itu guru swasta ataupun negeri. “Karenanya, saya akan terus memberikan dukungan penuh kepada guru agar mampu memberikan peran maksimal dalam menciptakan generasi muda yang mampu berdaya saing,” tegas Gubernur.
Baca Juga: Habiskan Rp 874,317 Miliar, Banten International Stadium Diresmikan Setelah Lebaran

“Pemberian insentif kepada guru dan tenaga kependidikan, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka yang selama ini telah berkontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia di Provinsi Banten,” tambahnya.
Wahidin berharap, insentif yang diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di SMA/SMK/SKh swasta se-Provinsi Banten ini bermanfaat dan menjadi motivasi agar terus meningkatkan peran dalam memberikan pendidikan kepada generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tabrani mengungkapkan, pada Tahun 2021 Pemprov Banten memberikan insentif kepada 16.165 orang pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah swasta SMA/SMK/SKh yang bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan nominal Rp500.000 per bulan.
“Kalau nanti ternyata ada tambahan-tambahan, akan kita usulkan di anggaran perubahan. Misalnya, setelah target terpenuhi lalu masih ada guru yang belum dapat, kemudian mengajukan tambahan. Nanti akan kita usulkan penambahannya itu di anggaran perubahan. Sehingga nanti di aggaran perubahan, guru-guru yang belum dapat bisa dapat” jelas Tabrani.
Untuk insentif yang diberikan kali ini kata Tabrani, mencakup 3 bulan yakni bulan Januari, Februari dan Maret.
“Yang diterima hari ini adalah insentif per tiga bulan dengan nominal Rp1.5 juta yang masing-masing perbulan Rp500 Ribu,” pungkas Tabrani. (gatot)
Baca Juga: Sidang Pemberhentian Wahidin – Andika Digelar 5 April
























