SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Walau cuaca kerap hujan dalam kurun waktu satu pekan, namun tetap saja bencana kebakaran tak terhindarkan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Cibaliung dan Cimanggu, ada rumah semi permanen rata dengan tanah usai dilalap si jago merah.
Peristiwa kebakaran pertama terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (9/4), yang menimpa rumah milik Deni (40), warga Kampung Mahendra RT 04/03, Desa Mahendra, Kecamatan Cibaliung.
Kemudian Jumat (9/4) kemarin, sekitar pukul 10.30 WIB, musibah kebakaran kembali terjadi dan menimpa rumah milik Narman (47), warga Kampung Sadang Barat RT 003/001, Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu.
Korban kebakaran, Deni mengungkapkan, pada saat rumahnya terbakar, keadaannya sedang kosong, karena dia sedang bekerja dan istrinya sedang menginap di sawah miliknya. “Kami tahu rumah terbakar itu dari warga. Pas kami lihat, benar saja, rumah kami sudah rata dengan tanah terbakar. Entah apa penyebanya, saya tak tahu,” kata Deni, Jumat (9/4).
Begitu juga kejadian yang menimpa rumah Nirman, keadaanya sedang kosong. Sebab dia juga posisinya sedang beraktivitas di sawah. “Tak ada yang punya rumahnya, mereka sedang beraktivitas sehari-hari di sawah,” kata salah seorang saksi mata, Asep.
Pada saat kejadian Asep mengungkapkan, tak ada petugas pemadam kebakaran. “Tidak ada (Petugas) pemadam, saya bersama warga lainnya yang berupaya memadamkan,” ujarnya.
Baca Juga: Rumah Dua Lantai Terbakar di Pondok Aren, Kerugian Ditaksir Capai Rp500 Juta
Karena kondisi api sangat besar, dia bersama warga tak bisa memadamkan api tersebut. “Sudah kami upayakan, namun apinya besar, jadi sulit padam. Api padamnya itu, setelah material rumah habis terbakar,” tandasnya.
Terpisah, Anggota Taruna Siaga Kabupaten Pandeglang, Eli membenarkan, kejadian kebakaran di dua kecamatan tersebut. Diduga oleh nya, kebakaran itu diakibatkan oleh korsleting aliran listrik.
“Dari keterangan kedua kejadian itu, kami menduga akibat aliran listrik yang korslet, karena api munculnya bermula dari atap rumah,” katanya.
Dipastikan Eli, musibah kebakaran itu tak memakan korban jiwa. Hanya saja, kerugian mencapai puluhan juta, karena barang-barang seisi rumah tak bisa terselamatkan.
“Gak ada korban jiwa, karena kondisi rumah sedang di tinggal pemiliknya. Kerugian saja yang dialami masing-masing pemilik rumah,” tegasnya.
Dia menambahkan, sudah mendata para korban kebakaran tersebut. “Kami sudah data dan kami juga sudah melaporkan kejadian itu kepada Dinas Sosial, dan BPBD. Mudah-mudahan segera dibantu,” tandasnya. (nipal/aditya)
Baca Juga: Diduga dari Sambaran Kompor, Rumah Warga Pinang Terbakar
























