SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Penyaluran program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kantor Cabang BRI Cibaliung, melanggar protokol kesehatan Covid-19. Lantaran pada proses penyaluran dana BPUM tersebut, terjadi kerumunan orang yang cukup tinggi.
Diketahui sejak adanya wabah pandemi Covid-19, hingga saat ini pemerintah dan pihak lainnya sedang berusaha keras untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut. Salah satunya dengan gencar mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat.
Namun pemandangan berbeda terjadi di Kantor Cabang BRI Cibaliung, yang sekarang ini sedang melangsungkan penyaluran BPUM. Para peserta penerima BPUM nampak cukup berkerumun dan berdesak-desakan di halaman kantor BRI tersebut, tanpa menerapkan Prokes Covid-19 seperti social distancing dan physical distancing.
Salah seorang aktivis Cibaliung, Edi Santoso mengungkapkan, dia melihat proses penyaluran BPUM di BRI Cibaliung telah terjadi keeumunan orang. Bahkan antrean warga penerima BPUM berdesak-desakan, tanpa menerapkan Prokes Covid-19.
“Kerumunan orang di BRI Cibaliung sejak tadi pagi hingga saat ini cukup padat. Bahkan tidak ada petugas yang mengatur warga dalam menerapkan peokes Covid-19, seperti menjaga jarak,” kata Edi, Senin (19/4).
Menurut Edi, dalam proses penyaluran BPUM di BRI Cibaliung tersebut, sudah melanggar protokol kesehatan Covid-19. Oleh karena itu, harus ada teguran kepada pihak BRI.
Baca Juga: Dikirim Satgas ke Wisma PKPRI, Warga Kadomas Positif Covid-19 Diisolasi 14 Hari
“Harusnya ada petugas yang mengatur warga dalam antrean BPUM itu, supaya tidak berkerumun dan berdesak-desakan. Karena pandemi Covid-19 belum dinyatakan usai,” tegasnya.
Edi khawatir, dengan terjadinya kerumunan orang pada saat penyaluran BPUM di Kantor BRI Cibaliung tersebut, akan menimbulkan klaster baru Covid-19. Sebab hingga saat ini, pemerintah belum menyatakan kalau pandemi Covid-19 berakhir.
“Pemerintah saat ini masih berusaha keras dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tapi yang saat ini di Kantor BRI Cibaliung telah kerumunan orang, sehingga hawatir akan menimbulkan klaster baru,” ujarnya.
Edi juga berharap pada tim Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan Covid-19 Kecamatan Cibaliung, segera turun tangan dalam mengatasi kerumunan orang di Kantor BRI Cibaliung. “Harus ada tracking pascaadanya kerumunan di BRI Cibaliung, yang dilakukan tim gugus Covid-19,” pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, dari pihak BRI cabang Cibaliung belum ada yang bisa dimintai keterangan atas terjadinya kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 ini. Begitu juga dengan Kepala Puskesmas Cibaliung, yang merupakan tim satuan tugas (Satgas) penanggulangan covid-19 Kecamatan Cibaliung, Jaenudin, saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak ada tanggapan. (nipal/aditya)
























