SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Seorang warga Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandelang, berinisial JS, terpaksa harus dibawa ke Wisma PKPRI Kabupaten Pandeglang oleh Babinsa, aparatur desa dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk diisolasi selama 14 hari. Setelah terkonfirmasi positif Covid-19 hasil swab tes.
Babinsa Kelurahan Kadomas, Sertu Asep Taryana membenarkan, ada seorang warga di Kelurahan Kadomas yang positif Covid-19. Bahkan pihaknya juga turut serta mengawal evakuasi warga tersebut untuk dilakukan isolasi ke Wisma PKPRI.
“Tadi (Jumat) sekitar pukul 10.00 WIB, kami lakukan evakuasi terhadap warga yang positif Covid-19 tersebut. Sekarang warga itu sudah di Wisma PKPRI untuk menjalani isolasi,” kata Sertu Asep, Jumat (11/6).
Asep memastikan, dalam evakuasi itu tak ada hambatan karena warga yang terpapar koperatif dan siap diisolasi di Wisma PKPRI. “Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar. Warga yang positifnya juga sangat siap melakukan isolasi di Wisma PKPRI. Terhitung dari hari ini, warga itu bakal menjalani isolasi selama 14 hari,” ujarnya.
Lanjut Asep, jika sudah menjalani isolasi 14 hari, maka warga yang positif itu bakal kembali dilakukan swab atigen. “Nah, jika nanti hasilnya sudah negatif baru akan dipulangkan. Misalkan kalau masih positif, isolasinya bakal diperpanjang hingga pasien benar-benar sembuh,” tandasnya.
Lurah Kadomas, H. Bahroni juga tak menampik, seorang warganya ada yang positif Covid-19. Namun dia bersama pihak lainnya langsung sigap mengevakuasi warga tersebut ke Wisma PKPRI.
Baca Juga: Gagal Nanjak, Truk Kejeblos ke Selokan di Tanjakan Parakan Pamulang
“Ya, sudah kami evakuasi ke Wisma PKPRI untuk menjalani isolasi. Hal ini dilakukan oleh kami, agar warga itu dapat penanganan yang sempurna dan untuk memutus mata rantai penyebarannya,” katanya.
Setelah itu lanjut Bahroni, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, bakal ditindaklanjuti oleh tim kesehatan seperti melakukan tracking dan swab tes terhadap pihak keluarga yang positif Covid-19 tersebut.
“Kami bakal tindaklanjuti bersama pihak kesehatan. Saat ini juga bakal bergerak melakukan tracking dan swab tes. Mudah-mudahan yang lainnya hasilnya negatif,” harapnya.
Bahroni menambahkan, dia tidak akan bosan untuk memberikan imbauan kepada warganya, agar selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam aktivistas sehari-hari. “Hingga saat ini kami terus wawar kepada warga agar menerapkan Prokes,” pungkasnya. (nipal/aditya)
























