SATELITNEWS.ID, NEGLASARI—Entis Sutisna (41) ketua RT 04 RW 02 Kelurahan / Kecamatan Neglasari berhasil mengajak warga menghijaukan lingkungan dengan menanam tanaman buah anggur. Berawal dari satu RT meluas ke satu RW hingga kemudian wilayah tersebut ditetapkan menjadi kampung tematik Anggursari.
Entis sebelumnya sudah menekuni budidaya tanaman tersebut dari rekan komunitas tanaman. Sebagai ketua RT ia pun berinovasi mengajak warganya menghijaukan kampung dengan tanaman anggur.
“Dipilihnya anggur sebagai ciri khas di kampung ini selain saya sudah belajar juga banyak disukai oleh kalangan masyarakat, warga bisa menikmati saat panen, apa lagi jenis impor masih jarang sekali yang budidaya,” ujar pria yang juga nominator Tangerang Awards 2021 kategori RT-RW Inspiratif belum lama ini.
Ia menceritakan proses awal menanam pohon anggur di lorong kampung tepatnya depan dan samping kantor kelurahan Neglasari. “Tentu banyak sekali kendala, misal pohon anggur dipatahkan,dicabut, tapi saya tidak menyerah saya tanem lagi, niatnya menghijaukan lingkungan, ” ujarnya.
Kondisi saat ini hampir satu RW 02 menanam pohon anggur ada yang di lorong, ada yang di halaman rumah. “Selain hijau dan asri juga punya nilai ekonomi tambah bagi warga sekitar yaitu kita bisa jual bibit serta buah,” katanya.
Sebelum menghijaukan lingkungan dengan tanaman anggur, Entis terlebih dahulu mengajak warga mengubah sebuah lahan tumpukan sampah selama lebih dari 15 tahun sebagai sarana ketahanan pangan.
Baca Juga: Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa SDN Pondok Jagung 02 Bersih-bersih Tiap Jumat
“Warga sepakat tidak membuang sampah di situ lagi, selama dua bulan kami kerja bakti membersihkan sampah, lalu kami meminta izin kepada pemilik agar dapat dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya. Lahan milik warga yang tak terpakai dimanfaatkan menjadi Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan berbagai tanaman serta budidaya ikan konsumsi.
Kehadiran KWT sesuai dengan program Pemkot Tangerang setiap RW satu KWT. Upaya ini mendapatkan dukungan dari Kelurahan dan warga setempat. Keberadaannya sangat memberikan dampak memenuhi kebutuhan pangan dan sayur-mayur terutama disaat pandemi saat ini.
“Di lingkungan kami terdapat lahan milik warga seluas 7 ribu meter lalu kami manfaatkan 500 meter untuk KWT, ditanami berbagai sayur-mayur, tanaman obat keluarga (toga) dan budidaya ikan lele,” katanya.
Kampung Anggur sari yang dipelopori oleh Entis tak hanya sekadar penghijauan dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat namun juga menjadi sarana edukasi dan wisata. Terlebih Entis telah mengembangkan budidaya tanaman anggur lebih dari 20 jenis baik impor maupun lokal.
Buah anggur dari berbagai jenis dengan bentuk buah yang beragam dan berwarna menarik ini mendorong banyaknya warga datang belajar budidaya. Kemudian dilanjut dengan membeli bibit untuk ditanam dirumah dan kantor.
“Kampung Anggur sari kini tak hanya binaan Pemkot Tangerang namun juga dari swasta yakni PT Angkasa Pura 2. Kelurahan-kelurahan banyak yang datang untuk diterapkan di kampung tematik yang sudah berdiri, Dari mahasiswa dan warga dari dalam dan luar kota Tangerang,” ungkapnya.
Baca Juga: ALVAboard Rekosistem Perkuat Ekosistem Sirkular, Dorong Industri Hijau di Asia Tenggara
Keberhasilan Entis menghijaukan kampung Anggursari dengan tanaman anggur memberikan kebahagiaan bagi warga setempat serta pengunjung. Pasalnya setiap panen mereka dapat menikmati buah anggur yang bagi sebagian orang harganya lebih mahal daripada buah-buahan lainnya.
Entis pun membagikan tips menanam anggur yang mudah kepada masyarakat diantaranya menanam pohon anggur bisa dilakukan di pot, atau langsung grounding/ tanam langsung di tanah.
“Kalau dengan pot standar diameter 50-70cm,bila di tanah langsung gali ukuran 50 x50 kedalaman nya, intinya kita tanam dulu, perawatan seminggu sekali rutin dikocor mpk satu sendok makan dengan 5 liter air, sampai umur pohon 4 bulan, lalu jika sudah berumur 4 bulan keatas berikan pupuk dengan MKP,” ujar dia. Kemudian sampai masa pembuahan, untuk jenis tertentu umur enam bulan sudah bisa dibuahkan.
“Sebenarnya minimal pembuahan umur 8-12 bulan tergantung kesuburan pohon anggurnya,”katanya. Adapun media tanam yang digunakan yaitu kompos, sekam bakar, tanah, kohe kambing, di tambah pasir dengan perbandingan 1×1.”Bisa ditambahkan kapur dolomit untuk menstabilkan keasaman tanah,” tukasnya. (made)


















