SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Kepedulian terhadap lingkungan terus ditanamkan kepada peserta didik SDN Pondok Jagung 02 melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH).
Setiap Jumat, siswa kelas 4, 5, dan 6 diajak terlibat langsung dalam aksi menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya dengan membersihkan area situ, taman dan wilayah sekitar sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa bersama guru bergotong royong memungut dan membersihkan sampah yang ditemukan di sekitar situ.
Kegiatan dilakukan secara berkelompok dengan penuh semangat sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan secara langsung.
Guru UPTD SDN Pondok Jagung 02, Siti Munawaroh mengatakan kegiatan PLH tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa melalui praktik langsung di lingkungan sekitar.
“Anak-anak belajar untuk peduli terhadap lingkungan melalui tindakan nyata. Dengan kegiatan rutin setiap Jumat, kami berharap kebiasaan menjaga kebersihan dapat tumbuh menjadi karakter mereka sehari-hari,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: ALVAboard Rekosistem Perkuat Ekosistem Sirkular, Dorong Industri Hijau di Asia Tenggara
Bagi para siswa, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman yang menyenangkan. Salah seorang siswa, Azka Rhamadan, mengatakan membersihkan lingkungan bersama teman-teman memberikan pengalaman baru sekaligus membuat mereka semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan.
“Sangat antusias apalagi untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah kami,” katanya.
Hal senada disampaikan Adefa. Menurutnya, kegiatan PLH membantu siswa memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Kegiatan PLH yang melibatkan siswa kelas 4 hingga kelas 6 tersebut diharapkan dapat terus membangun budaya peduli lingkungan di kalangan peserta didik. Melalui kegiatan rutin dan praktik langsung, UPTD SDN Pondok Jagung 02 berupaya menanamkan sikap peduli, tanggung jawab, dan gotong royong kepada siswa sejak dini.
Dengan demikian, pembelajaran lingkungan tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat memberikan manfaat bagi sekolah maupun masyarakat di sekitar. (eko)
















