SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Peristiwa tragis menggemparkan warga Kampung Babakan Tengah, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9). Seorang ibu bernama Eni Warasati (60) ditemukan tergeletak tak berdaya di sebuah lahan kosong dengan luka parah di bagian kepala.
Wanita lanjut usia itu kemudian tewas ketika dibawa ke rumah sakit. Ironisnya, polisi menduga penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap Eni Warasati dilakukan oleh Evi Wihandono (41), anak kandungnya.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan kejadian berawal saat seorang warga melintas dan melihat korban yang mengenakan daster bermotif tergeletak di lahan kosong. Saat ditemukan pertama kali, korban sebenarnya masih dalam kondisi bernyawa.
Warga kemudian melaporkan temuan itu ke Polsek Kelapa Dua. Polisi dengan cepat mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa lansia tersebut tidak tertolong.
“Korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit akibat mengalami luka berat di bagian kepala,” ujar Wira, Kamis (17/9).
Dari hasil pemeriksaan medis dan identifikasi awal, polisi menemukan sejumlah luka benturan di bagian depan dan belakang kepala korban. Polisi menduga luka berat tersebut diakibatkan oleh hantaman benda tumpul.
Baca Juga: Masih Abaikan PP Tunas, Platform Digital Belum Patuh
“Ditemukan beberapa luka di kepala bagian belakang dan depan. Dugaannya akibat hantaman benda tumpul menggunakan palu,” lanjutnya.
Usai mengevakuasi korban, jajaran Polsek Kelapa Dua bergerak cepat menyisir tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti—termasuk alat yang diduga digunakan untuk menganiaya—serta memeriksa sejumlah saksi. Dari proses tersebut, kecurigaan polisi tertuju pada anak kandung korban Evi Wihandono.
Kecurigaan petugas memuncak saat melihat adanya luka di tangan Evi Wihandono. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, ia akhirnya tidak bisa mengelak.
Kendati pelaku telah diamankan, polisi masih mendalami penyebab pasti tindakan nekat tersebut. “Untuk motif dan hal lainnya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” tegas Wira.
Aksi keji ini meninggalkan duka sekaligus ketidakpercayaan bagi tetangga sekitar. Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa terduga pelaku selama ini dikenal sebagai sosok yang tenang dan tidak pernah menunjukkan perilaku aneh atau kasar.
“Kami benar-benar tidak menyangka. Selama ini dia dikenal pendiam dan tidak kelihatan ada tanda-tanda aneh atau kejam ke orang tuanya,” tuturnya. (alfian)
Baca Juga: 620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community















