SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Puluhan siswa-siswi SMAN 6 Kabupaten Tangerang antusias mengikuti kegiatan Jam Sosial Mengajar yang diselenggarakan PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Cikupa, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini memberikan edukasi literasi keuangan kepada pelajar sebagai bekal memahami pengelolaan keuangan secara bijak sejak dini.
FIFGROUP, yang merupakan bagian dari Astra Financial dan anak perusahaan PT Astra International Tbk, terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR), salah satunya Jam Sosial Mengajar.
Program tersebut menghadirkan edukasi literasi keuangan bagi para pelajar sebagai bagian dari implementasi pilar FIFGROUP Pintar sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Quality Education.
Kegiatan bertajuk “Bijak Keuangan Dimulai dari Sekolah” tersebut digelar secara luring di Aula SMAN 6 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Tigaraksa. Para siswa mendapatkan materi edukatif bertajuk “Literasi Keuangan” yang disampaikan secara interaktif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta.
Kepala Cabang FIFGROUP Cikupa, Budiyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Melalui program Jam Sosial Mengajar ini, kami berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman dasar mengenai literasi keuangan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan. Kami percaya bahwa edukasi sejak dini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan,” ujarnya kepada Satelit News, Kamis (17/9/2026).
Program Jam Sosial Mengajar juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu portfolio, people, dan public contribution. Program ini sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata FIFGROUP dalam memberikan nilai tambah kepada masyarakat melalui edukasi.
Budiyonto menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan Masyarakat.
Regulasi tersebut merupakan penyempurnaan dari POJK Nomor 76/POJK.07/2016 yang mendorong sinergi antara pemerintah, otoritas, dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Dari pihak sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 6 Kabupaten Tangerang, Agung Haryono, yang mewakili kepala sekolah, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan kepada siswa, mengenai mindset finansial yang dapat digunakan secara efektif, untuk mencegah dampak negatif pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) yang kian marak di era financial technology (fintech).
“Siswa-siswi mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana mindset finansial yang dapat digunakan secara efektif dalam pencegahan dampak negatif dari pinjol dan judol yang kian marak di era modern fintech saat ini,” ungkap Agung.
Agung yang sekaligus menyampaikan pidato pembukaan seminar, menyoroti maraknya pinjol dan dampak negatifnya, apabila tidak dibarengi pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan. Menurutnya, pemahaman tersebut penting untuk membentuk mentalitas siswa yang cerdas secara finansial.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Raih Juara Umum Lomba PKK Tingkat Provinsi Banten 2026
“Kami bersama FIF Astra Group Cabang Cikupa dan guru pemateri memanfaatkan tren terbaru, guna meningkatkan pemahaman keuangan, perencanaan keuangan, ekosistem keuangan, dan produk pelayanan pembiayaan,” jelasnya.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki potensi usia produktif yang sangat tinggi, khususnya di wilayah setempat. Karena itu, kesiapan menghadapi berbagai tantangan dan situasi zaman dalam bidang finansial menjadi penting bagi semua pihak.
Kemajuan yang ditawarkan perkembangan zaman, lanjut Haryono, harus dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Integrasi pihak swasta dan sekolah memiliki potensi untuk membentuk cara kita semua dalam mengelola keuangan yang paling awal dimulai dengan mindset kecerdasan finansial dengan pendekatan interaktif, kreatif, dan bermakna yang sesuai dengan kondisi siswa di sekolah,” terangnya.
Sepanjang seminar, pihak sekolah juga mendapatkan pemahaman dari FIF Astra yang disampaikan langsung oleh Kepala Cabang FIF Astra Group. Menurut Haryono, pengalaman di bidang pembiayaan menjadi salah satu sumber pengetahuan bagi siswa untuk memahami kecerdasan finansial, terutama dalam membedakan kebutuhan dan keinginan.
“Pengetahuan dan pengalaman yang mendalam dapat secara efektif memberikan pencerahan tentang pembentukan mindset kecerdasan finansial, yang utamanya harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” tandasnya.
Seminar tersebut diharapkan memberikan dorongan, contoh nyata, dan pemahaman praktis bagi siswa-siswi dalam mencegah dampak negatif membanjirnya layanan kredit, paylater, serta penjualan berbagai jenis barang mewah di seluruh platform media sosial yang berlangsung masif dan ekspansif.
Setelah pembukaan oleh Agung Haryono, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi dari tiga pembicara utama, sesuai kapasitas dan kredibilitas masing-masing.
Pembicara pertama, Budiyanto selaku Kepala Cabang FIF Cikupa, membagikan wawasan mengenai FIF, produk layanan FIF, serta alasan FIF menjadi perusahaan pembiayaan yang terkemuka, aman, dan terpercaya. Materi tersebut juga dikaitkan dengan dukungan terhadap program CSR Astra Jam Sosial Mengajar yang menggunakan guru sebagai salah satu figur sentral dalam membangun mindset kecerdasan finansial siswa.
Sementara itu, pembicara kedua, Wisnu Kala Kusumajati, guru ASN SMAN 6 Kabupaten Tangerang yang dinyatakan lolos seleksi hingga tahap Nasional Jamsos Mengajar 2026 Batch 3, menyampaikan materi “Kecerdasan Finansial: Bijak Keuangan Dimulai dari Sekolah.”
Materi yang disampaikan Wisnu mencakup mindset keuangan, perencanaan keuangan sederhana, ekosistem industri keuangan, hingga pengenalan pajak. Siswa diperkenalkan pada pentingnya literasi keuangan, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, penyusunan prioritas, serta perencanaan keuangan sesuai kondisi.
Melalui materi tersebut, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai lembaga pembiayaan yang aman serta pentingnya mencegah risiko keuangan digital sejak dini.
Sepanjang 2026, program Jam Sosial Mengajar akan dilaksanakan oleh 262 cabang FIFGROUP di seluruh Indonesia dan menjangkau sekitar 85 siswa di setiap sekolah penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi keuangan bagi generasi muda di berbagai daerah. (aditya)
























